Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penemuan Mayat Mutilasi Di Apartemen Kalibata City (Foto: Merdeka.com)
Dream - Polisi akhirnya mengungkap kronologi kasus mutilasi di Apartemen Kalibata City dengan korban bernama Rinaldi Harley Wismanu, 33 tahun. Tim dari Polda Metro Jaya melaporkan telah menangkap dua tersangka dalam kasus sadis tersebut.
Kronologi ini terungkap saat polisi menahan sepasang kekasih berinisial DAF, 26 tahun, dan LAS, 27 tahun yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut. Sepasang kekasih itu diduga ingin menguasai harta korban.
Korban dan pelaku LAS, sudah berkenalan melalui salah satu aplikasi pertemanan. Keduanya lalu saling berkomunikasi terakhir pada 6 September lalu.
" Korban dan saudara LAS ini sudah lama saling mengenal melalui aplikasi chatiing. 7 September mereka ada janjian untuk bertemu di satu apartemen dan mereka menyewa tanggal 7 sampai 12. Nah sekitar 9 September, mereka (LAS dan DAF) masuk ke apartemen tersebut," jelas Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 17 September 2020.
Saat itulah, muncul niat DAF dan LAS untuk menghabisi korban. Saat hari pertemuan, pelaku DAF masuk terlebih dulu ke unit apartemen di Pasar Baru, Jakataa Pusat, yang telah disewa dan bersembunyi.
" Kemudian antara LAS dan RHW sempat berhubungan dan kemudian DAF keluar. Ia langsung memukul dengan batu bata dan menusuk korban sebanyak 7 kali sehingga korban meninggal dunia," beber Nana.
Mengetahui korban meninggal, keduanya kebingungan menghilangkan jejak aksi kejahatan mereka. Keduanya sempat turun ke lobi.
" Kemudian mereka membeli golok dan gergaji dan kembali ke apartemen tersebut dan melakukan mutilasi," katanya.
Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 340 dengan ancaman pidana mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.
(sah, Sumber: Merdeka.com)
Dream - Mayat seorang pria ditemukan tergeletak di lantai dasar Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan pada Selasa, 11 Juli 2017. Penemuan itu sempat menghebohkan penghuni Apartemen Kalibata City karena kondisi kepala mayat yang mengeluarkan darah.
Kapolsek Pancoran, Kompol Aswin membenarkan kejadian tersebut. " Iya benar," kata Aswin, Selasa, 11 Juli 2017.
Aswin mengaku belum mendapat informasi secara detail identitas mayat tersebut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Dream, mayat tersebut diduga penghuni yang terjatuh dari lantai 9 Apartemen Kalibata City. Sebelum terjatuh, kepala korban terlebih dulu membentur bagian apartemen.
Kasus tersebut saat ini tengah diselidiki oleh Polsek Pancoran.
Dream - Polisi telah memeriksa sembilan saksi kasus jatuhnya wanita cantik dari lantai 9 apartemen Kalibata City, Desi Wulandari, 19 tahun.
Beberapa saksi yang diperiksa di antaranya dua orang petugas keamanan apartemen, teman korban di lokasi yaitu S dan R. Juga tetangga kamar korban yaitu T, M, J serta ibu dan ayah korban.
" Hari itu S, R dan D satu unit, mereka bertiga di kamar," jelas Kapolsek Pancoran, Jakarta Selatan, Kompol Aswin, Jumat 18 November 2016.
" Korban dan S cekcok mulut lalu korban didorong oleh S di dalam kamar terjerembab di kasur itu juga ribut."
Tak lama kemudian, lanjut Aswin, korban berdiri sambil mengambil ponsel. " Dia menelepon ibunya," kata Aswin.
Aswin melanjutkan, korban mengancam kepada teman-temannya untuk menyakiti dirinya sendiri. Desi juga mengancam akan loncat dari balkon apartemen.
Mendengar ancaman tersebut, S menasehati korban. Bukannya tenang, korban malah semakin marah dan sempat berteriak di atas balkon.
Mendengar teriakan tersebut, petugas keamanan apartemen mendatangi kamar korban. Petugas keamanan lalu meminta keduanya berhenti bertengkar.
Saat itu, kata Aswin, banyak orang berkumpul di sekitar kamar Desi. Mereka ingin mengetahui apa yang sedang terjadi.
" Saat itu sudah ada saksi T sama J di lokasi dan mengingatkan korban supaya turun ke bawah. Tapi korban, karena masih memakai pakaian dalam dan daster, diminta ganti pakaian," ucap Aswin.
" Saksi S memberikan dia celana panjang jins dan kaos, dia pakai di saat itu. Lalu setelah dipakai si S diajak sama satpam turun ke bawah," kata Aswin.
Aswin melanjutkan, setelah S turun ke bawah, T dan J juga mengingatkan Desi untuk ikut turun. Tetapi, korban malah nekat terjun dari lantai 9 melalui balkon kamarnya.
" Setelah di luar, pintu terbuka, dipikir korban bakal ikut. Ternyata korban tidak ikut keluar. Setelah saksi T dan J pergi, di luar terdengar suara jatuh. Di situ baru diketahui ada perempuan jatuh setelah," ujar dia.
Selain terlibat cekcok dengan temannya, Aswin mengatakan Desi sempat mengonsumsi minuman keras dan meminum obat penenang.
" Sebelum jatuh pun, korban itu sempat meminum anggur merah dan obat penenang," ucap Aswin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya