Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Semakin tajamnya cara menyikapi perbedaan agama oleh beberapa elemen masyarakat membuat sejumlah komunitas resah. Untuk menyikapinya, beberapa komunitas itu menggelar Wisata Rumah Ibadah. Aktivitas yang diinisiasi Komunitas Bhinneka.
Menurut koordinator kegiatan Wisata Rumah Ibadah, Endah Nurdiana Mastuhu, kegiatan itu untuk lebih mengenalkan keberagaman kepada anak-anak SMA. Sebab, meski perbedaan agama telah dikenalkan, masih banyak yang tidak mengetahui praktik dan ide mengenai agama-agama.
" Misalnya, yang Islam akan tahu sebenarnya agama-agama lain (cara) beribadatnya, seperti apa konsepnya. Tidak lebih dari itu, intinya hanya mengajak toleransi aja," kata Endah saat dihubungi Dream melalui telepon, Selasa, 13 Juni 2017.
Menurut Endah, pelaksaan kegiatan yang bertepatan dengan bulan Ramadan tidak direncanakan sebelumnya. Sebab, kata dia, kegiatan itu memang biasa digelar saat musim liburan sekolah siswa.
" Ini dilakukan setiap bulan aja, tidak ada kekhususan kenapa Ramadan kenapa enggak, bulan depan akan kita lakukan lagi," ucap dia.
Kegiatan ini, selain untuk mengenalkan kegiatan dan konsep agama-agama juga untuk memfasilitasi interaksi siswa SMA. Sebab, menyitir temuan Wahid Foundation pada 2016, masuknya konsep garis keras itu paling banyak ditemukan di SMA Negeri unggulan, sekolah tinggi keuangan, dan remaja dengan pergaulan sempit.

" Kegiatan ini membantu siswa agar dapat menumbuhkan interaksi dan memperluas persahabatan multi sekolah dan etnis," ujar dia.
Kegiatan itu rencananya akan digelar, Kamis, 15 Juni 2017. Ada lima tempat ibadah yang akan dikunjungi peserta Wisata Rumah Ibadah dan akan berakhir saat Maghrib tiba.
Dia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan sikap toleransi di generasi muda di tengah tergugatnya sikap saling menghormati perbedaan masyarakat.
" Teman-teman yang non-Muslim juga dapat melihat kegiatan umat Muslim yang tetap menjalankan ibadah puasa," ucap dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya