Anies Baswedan Saat Mengunjungi Kampung Cabawan, Tegal
Dream - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan kegiatan tak biasa di sela periode kampanye yang ditetapkan KPUD DKI Jakarta. Bukan di Jakarta, Anies justru menyambangi Kelurahan Cabawan, Margadana, Tegal, Jawa Tengah, Rabu, 29 Maret 2017.
Meski di Jawa Tengah, Kelurahan Cabawan termasuk istimewa. Di kota inilah lahir para pengusaha Warung Tegal (Warteg). Cabawan pun mendapat julukan sebagai Kampung Warteg.
Dari kampung itu, sekitar 80 persen warga Cabawan menjadi pengusaha warteg di Jakarta. Menurut Anies kunjungan itu untuk mengingatkan betapa besar jasa para pengusaha warteg di Jakarta.
Setiap pembangunan di Ibukota ternyata menyimpan peran para pengusaha warteg yang mengisi perut kosong warga Jakarta sebelum mereka beraktivitas.
" Di balik gedung tinggi di Jakarta, di balik deru aktivitas warga Jakarta, ada jasa pengusaha warteg yang mempersiapkan para warga agar perut mereka tidak kosong saat bekerja," jelas Anies.
Anies mengapresiasi kerja para pengusaha warteg di Jakarta. Mereka bekerja di belakang layar dari majunya pembangunan ibukota.
" Saya datang kesini juga untuk berterima kasih kepada mereka yang meninggalkan anak dan istri mereka di kampung ini untuk ikut memajukan kota Jakarta," ucap dia.(Sah)
Advertisement
Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah