Beda Lawatan Raja Saudi di Era Soeharto dan Jokowi

Reporter : Dwi Ratih
Senin, 6 Maret 2017 18:02
Beda Lawatan Raja Saudi di Era Soeharto dan Jokowi
Derasnya hujan temani perjalanan Raja Salman menuju Istana Bogor.

Dream - Lawatan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi ke Indonesia sejak Rabu, 1 Maret 2017 kemarin mengundang banyak sorotan.

Selain memboyong 1.500 orang untuk mendampinginya, lawatan Raja Salman ke Indonesia merupakan balasan kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang  menyambangi Arab Saudi dua tahun silam.

Derasnya hujan temani perjalanan Raja Salman menuju Istana Bogor.

Raja Salman & Jokowi© dream.co.id

Ragam sambutan hangat seperti warga serta ratusan pelajar Sekolah Dasar (SD) di tepi jalan sembari melambaikan tangan menyapa Raja Salman dan rombongan, serta tarian daerah dan kuliner lezat.

Kunjungan Raja Salman ke Indonesia ini merupakan Raja Saudi kedua yang datang ke Tanah Air.

Kedatangan terahir Raja Arab Saudi, terjadi tahun 1970 saat Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud mengunjungi Presiden Soeharto.

Lalu, bagaimana perbandingan penyambutan Raja Saudi di era Soeharto dan Jokowi? Baca lengkapnya di sini.

1 dari 2 halaman

Cerita Menag Kaget Lihat Hal Mengejutkan dari Raja Salman

Dream - Sebagai satu-satunya pejabat Indonesia yang berada satu mobil dengan Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud saat bertolak ke Istana Bogor, Menteri Agaman Lukman Hakim Saifuddin menyimpan banyak cerita sepanjang perjalanan.

Salah satu yang paling berkesan adalah saat Raja Salman begitu terkejut dengan besarnya sambutan masyarakat kota Bogor.

" Saya ditugaskan oleh negara sebagai minister in attendance, jadi menteri yang memang melekat kepada tamu negara. Tidak semua tamu negara, tapi hanya tamu negara yang khusus saja yang memerlukan minister in attandance, dan termasuk kali ini adalah Raja Salman," terang Lukman dikutip Dream dari laman Kemenag.go.id, Sabtu, 4 Maret 2017.

Menag mengungkapkan banyak hal yang diceritakan Raja Salman sepanjang perjalanan. Lukman mengaku awalnya dia membayangkan Raja Salman sebagai orang yang irit bicara.

Namun alangkah terkejutnya sang menteri, saat Sang Raja justru banyak bercerita sejak meninggalkan Halim Perdanakusuma hingga tiba di Istana Bogor.

" Hampir tiga per empat lamanya kami menempuh perjalanan itu, beliau yang lebih banyak cerita, dari persoalan terkait hubungan dua negara ini, juga hobi-hobi beliau. Karena saya menanyakan beberapa hal yang bersifat pribadi untuk mencairkan suasana," kenang Menag.

Memasuki Kota Bogor, kenang Menag, Raja Salman tidak menduga dengan sambutan begitu meriah yang dilihatnya. Menurut Menag, Puluhan ribu masyarakat yang berjajar di kiri dan kanan jalan menjadi sesuatu yang berkesan dan di luar perkiraan beliau.

" Beberapa kali beliau mengatakan ini seperti demonstrasi, karena takjubnya beliau. Meski hujan deras, tetap saja masyarakat bertahan untuk menyaksikan kedatangan kunjungan Raja," katanya.

" Saya mengatakan bahwa mereka melakukan ini semua karena cintanya kepada Raja Salman. Bagi masyarakat Indonesia, Saudi Arabia memiliki tempat tersendiri dan kali ini yang datang adalah Raja dari negara yang telah begitu lama melekat pada hati masyarakat Indonesia," tambahnya.

2 dari 2 halaman

Menu Sarapan Sederhana Raja Salman

Dream - Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Azis Al Saud memiliki makanan favorit. Selama lawatan di Indonesia, Raja Salman tetap menikmati sarapan favorit itu.

Kisah itu disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Pria yang menjadi pendamping Raja Salman selama lawatan ke Indonesia itu mengatakan sarapan favorit itu berupa kurma dan susu.

" Beliau selalu sarapan dengan kurma dan susu. Ketika di Jakarta sekalipun dia sarapan dengan kurma dan susu," kata Lukman di laman kemenag.go.id, Jumat, 3 Maret 2017.

Mengonsumsi kurma juga menjadi salah satu kebiasan yang terus Raja Salman lakukan. Bahkan, dia sempat menanyakan kepada Lukman apakah pohon kurma juga tumbuh di Indonesia.

" Lalu dia bertanya, apakah pohon kurma juga tumbuh di sini? Saya jelaskan, tumbuh tapi tentu buahnya tidak sebaik yang di Arab Saudi karena kondisi (iklim) yang berbeda," kata dia mengisahkan.

Selama mendampingi Raja Salman, awalnya dia mengira tak akan banyak obrolan yang terjadi. Tetapi, selama perjalanan dari Bandara Halim Perdanakusuma hingga Istana Bogor, Lukman mendapat banyak kisah.

Salah satunya, kekaguman Penjaga Dua Kota Suci itu pada pepohonan yang tumbuh berjejer di kiri dan kanan tol Jagorawi.(Sah)

Beri Komentar