Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Lubang Hitam. (Foto: Pixabay)
Dream - Sebuah lubang hitam supermasif dengan massa 40 miliar kali Matahari terdeteksi di gugusan galaksi yang berada sekitar 700 juta tahun cahaya dari Bumi.
Jika keberadaannya terbukti, ini menjadi lubang hitam supermasif terbesar di alam semesta lokal. Dan menjadi sebuah wilayah yang membentang dalam radius sekitar satu miliar tahun cahaya.
" Holm 15A adalah gugusan galaksi terang dengan inti yang tidak terisi secara normal - wilayah pusatnya tampak jauh lebih redup daripada galaksi jenis awal lainnya yang telah dimodelkan secara detail," kata Kianusch Mehrgan, dari Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics, Jerman.
Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di The Astrophysical Journal, tim yang dipimpin Mehrgan sedang melakukan pengamatan terhadap inti Holm 15A menggunakan Very Large Telescope (VLT) milik Observatorium Selatan Eropa.
Saat melakukan itu, mereka menemukan lubang hitam supermasif dengan massa 40 miliar kali lipat dari Matahari. Sebagai perbandingan, Sagitarius A*, lubang hitam supermasif di pusat Bima Sakti, adalah 4,6 juta kali massa Matahari kita.
" Ini adalah lubang hitam paling masif yang ditemukan dengan metode deteksi dinamik langsung di alam semesta lokal," tulis para ilmuwan tentang Holm 15A.
Mereka mengatakan gugusan galaksi Holm 15A empat hingga sembilan kali lebih besar dari yang diduga, mengingat sifat-sifat galaksi yang dinaunginya.
Disebutkan pula bahwa Holm 15A kemungkinan dihasilkan melalui penggabungan dua galaksi elips yang intinya telah habis.
Kondisi yang mengarah pada pembentukan lubang hitam supermasif di dalam Holm 15A adalah sesuatu yang mungkin langka, kata para peneliti.
Profesor Andrew Coates, dari Departemen Fisika Ruang dan Iklim University College London, mengatakan itu adalah pengamatan lubang hitam yang luar biasa dan menjadi yang paling masif yang pernah ditemukan.
Penemuan lubang hitam supermasif di dalam Holm 15A berawal dari riset yang dipublikasikan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society pada tahun 2018.
Disebutkan dalam riset tersebut bahwa para peneliti menggunakan data dari Chandra X-ray milik NASA untuk menemukan sekelompok lubang hitam ultra masif di 72 galaksi yang berjarak 3,5 miliar tahun cahaya.
Mereka menemukan bahwa setengah dari lubang hitam yang diidentifikasi memiliki massa sepuluh miliar kali lebih besar dari Matahari kita.
" Kami telah menemukan lubang hitam yang jauh lebih besar dan jauh lebih masif daripada yang diperkirakan," kata penulis riset Mar Mezcua, dari Institute of Space Sciences di Spanyol, dalam sebuah pernyataan.
Sumber: NewsWeek
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya