Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Tiga mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan manfaat lain dari limbah ketapang. Mereka mengubah limbah ketapang menjadi karbon aktif sebagai katalis proses hidrorengkah limbah plastik.
" Upaya itu merupakan upaya preventif yang baik untuk dilakukan, namun membutuhkan waktu yang lama untuk menekan jumlah limbah kantong plastik," kata salah satu peneliti, Dewi Agustiningsih, dilaporkan laman resmi UGM, Senin, 20 Mei 2019.
Dewi mengatakan, penelitian ini dilakukan dengan cara mengonversi limbah plastik Low Density Polyethylene (LDPE). Hasil olahan limbah ketapang dan plastik itu menjadi fraksi bensin.
Dewi mengatakan, tempurung ketapang memiliki kandungan Lignoselulosa dengan kadar Lignin yang tingggi, yakni 43,46 persen. Fakta ini menjadikan tempurung ketapang berpotensi sebagai sumber karbon aktif yang baik pada proses hidrorengkah.
Dewi mengatakan, selama penelitian ini, dia juga mengamati kontribusi reaksi, berupa temperatur, laju alir gas, dan rasio umpan per katalis. Selain berguna untuk menekan jumlah limbah plstik di Indonesia, penelitian ini juga bisa untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar di masa mendatang.
" Penelitian ini masih berlangsung hingga bulan juni nanti untuk mendapatkan fraksi bensin yang murni sebagai hasil hidrorengkah limbah plastik," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya