Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Warga Gaza
Dream - Penyelengara misi kemanusiaan Malaysia untuk Gaza tengah mempertimbangkan kemungkinan membawa sejumlah warga Palestina yang menjadi korban serangan Israel. Malaysia ingin merawat para korban terluka itu dengan peralatan yang lebih lengkap di negaranya.
Menurut laman The Star Online, Sabtu16 Agustus 2014, saat ini misi Malaysia itu tengah berada di Kairo, Mesir. Mereka akan menyalurkan bantuan medis untuk warga Gaza, dan saat ini masih menunggu izin pemerintah Mesir untuk mengirim bantuan itu.
" Mesir hanya melakukan tugasnya karena mereka khawatir atas kemungkinan penyelundupan bahan yang bisa diubah menjadi bagian-bagian senjata, sehingga diperiksa," kata pemimpin misi kemanusiaan Malaysia, Datuk Seri Abdul Azeez Abdul Rahim.
Abdul Rahim menyatakan hal itu setelah berkunjung ke Rumah Sakit Palestina di Kairo pada Rabu yang lalu. Kala itu, dia juga bertemu dengan sembilan pengungsi Palestina yang tengah menjalani pengobatan.
Dalam misi kemanusiaan ini, Malaysia menyerahkan bantuan ventilasi yang layak kepada rumah sakit dengan nilai RM 35.000 atau sekitar Rp 129 juta. Bantuan itu berasal dari Institut Jantung Nasional Malaysia.
" Kami tengah melakukan penilaian darurat dan kebutuhan korban untuk lebih lanjut di Kairo dan bekerja sama dengan Mesir dan Bulan Sabit Merah dan Kementerian Kesehatan Mesir," tambah kepala medis tim kemanusiaan malaysia, Datuk Dr Alwi Abdul Rahman.
Invasi militer ke Jalur Gaza sejak 8 Juli silam menyebabkan setidaknya hampir dua ribu warga Palestina tewas. Ribuan lainnya terluka. Warga Gaza juga dipaksa meninggalkan rumah mereka.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya