Malaysia dan Perancis Beda Pendapat soal Investigasi Lanjutan

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 8 Agustus 2015 16:00
Malaysia dan Perancis Beda Pendapat soal Investigasi Lanjutan
Malaysia telah mengirim puing pesawat diduga bagian tubuh MH370, tetapi Wakil Jaksa Paris menolaknya.

Dream - Sejumlah puing yang diduga bagian dari pesawat Boeing 777 milik maskapai Malaysia Airlines dengan kode penerbangan MH370 ditemukan di kawasan pantai Pulau Reunion. Tetapi, penemuan itu tidak berujung pada adanya investigasi lanjutan.

Pemerintah Malaysia menyatakan ingin melanjutkan investigasi. Tetapi, Perancis juga menolak keinginan Malaysia.

Menteri Perhubungan Malaysia Liow Tiong Lai mengatakan sejumlah bagian sudah dibersihkan. Tetapi, dia memberikan pernyataan berbeda dengan Perdana Menteri Najib Razak. Menurut Liow, puing-puing tersebut belum dapat dipastikan milik MH370.

" Saya hanya bisa memastikan itu hanya puing-puing pesawat. Saya tidak bisa mengonfirmasi puing-puing itu berasal dari MH370," ungkap Liow.

Puing yang diduga bagian sayap telah ditemukan di pesisir pantai dekat Saint-Denis. Malaysia segera mengirim tim dan meminta sejumlah pakar internasional untuk memastikan apakah itu bagian dari MH370.

Malaysia juga telah mengirim temuan sejumlah puing ke Paris dan meminta diadakan investigasi lanjutan. Tetapi, Wakil Jaksa Paris Serge Mackowiak menyatakan tidak bisa menerima permintaan tersebut lantaran bukti yang dikirim tidak disertai analisis pelengkap.

Penolakan tersebut membuat keluarga korban tertekan. Mereka bahkan menuding kedua negara tidak mau melakukan upaya penuntasan masalah secara maksimal.

Mereka juga mengecam pernyataan pers dari masing-masing otoritas terkait temuan tersebut.

" Kenapa hanya satu pihak yang memberikan konfirmasi dan satunya tidak? Kenapa tidak menunggu semua terkumpul lebih dahulu?" ujar Sara Weeks, kakak dari korban bernama Paul Weeks.

Di Tiongkok, sejumlah keluarga korban yang marah menggelar demonstrasi di depan kantor cabang Malaysia Airlines di Beijing. Salah satu demonstran menuntut Malaysia Airlines mengirimnya ke Pulau Reunion. Dia ingin mencari sendiri keluarganya.

" Perancis harus berhati-hati soal itu. Tapi Malaysia sudah putus asa dan malah lari dari tanggung jawabnya," ujar Dai Shuqin, adik dari salah satu korban.

Walikota Saint Andre mengatakan akan mulai melakukan pencarian puing lain dengan menyusuri pantai pada Senin pekan depan. Dia mempersilakan keluarga para korban hadir jika ingin terlibat dalam pencarian.

" Mereka akan disambut dan diperlakukan sebagai tamu kehormatan di kota kami. Ini mungkin bisa membantu meringankan penderitaan dari ratusan keluarga," ujar sang walikota.

Dia juga berencana akan mengusulkan dibangunnya monumen peringatan untuk mengenang korban MH370.

Sumber: telegraph.co.uk

Beri Komentar