Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Seorang mantan pejabat Pyongyang, Ri Jong-ho, meramalkan Korea Utara bisa runtuh dalam waktu satu tahun karena saksi PBB yang dimotori Amerika Serikat. Dia menyebut sebenarnya Korut sangat ingin menjalin hubungan dengan AS.
Ri merupakan orang yang mengelola jaringan internasional bisnis gelap Korut. Dia juga orang yang mengirim uang langsung kepada kerajaan gelap Kim Jong-un.
" Sanksi yang diperlukan Gedung Putih terhadap Korut berada pada level sejarah," kata Ri dalam event Asia Society di New York, dikutip dari Independent.
" Belum pernah ada negara yang mengalami sanksi berat tersebut. Saya tidak tahu apakah Korut dapat bertahan selama setahun dengan sanksi itu. Orang-orang akan mati," kata Ri melanjutkan.
Ri yakin provokasi Korut yang meningkat dan retorika Kim Jong-un merupakan upaya menekan AS agar berdialog dengan negara itu tanpa harus melibatkan Korea Selatan.
" Saat ini, pimpinan Korut telah mengarahkan rudal ke AS dan melakukan provokasi, tapi mereka sangat ingin berhubungan dengan AS," kata Ri.
Mantan pejabat itu juga mengatakan Korut dan China sedang dalam kondisi paling buruk dalam hubungan kedua negara. Ini menyusul pemecatan pejabat oleh Kim yang dekat dengan Beijing serta keputusan Presiden Xi Jinping untuk berkunjung ke Seoul sebelum ke Pyongyang dalam perjalanan pertamanya menuju semenanjung Korea pada 2014 lalu.
Kim, kata Ri, sampai menjuluki Xi 'anak perempuan jalang' dalam pertemuan tingkat pejabat tinggi berikutnya.
Kepada The Washington Post, Ri mengaku bertanggung jawab atas taktik Korut menghindari sanksi PBB, sebelum akhirnya dia bersama keluarganya membelot pada 2014.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyepakati sanksi baru terhadap Korea Utara terkait program-program rudal negeri itu.
Dalam sidangnya, dengan suara bulat para anggota DK PBB menyetujui sebuah resolusi yang melarang ekspor beberapa komoditas Korut dan membatasi investasi di negara tersebut.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya