Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Dream - Kondisi politik dan keamanan Indonesia tidak stabil dalam beberapa hari sesudah peristiwa penculikan tujuh jenderal Angkatan Darat pada 30 September 1965. Kondisi tersebut dimanfaatkan kelompok tertentu untuk masuk ke lingkaran kekuasaan.
Sebuah dokumen Telegram ditujukan kepada Sekretaris Negara AS pada 23 Oktober 1965 merekam perbincangan antara Sekretaris Kedua Kedubes AS untuk Indonesia, Robert Rich, dengan Adnan Buyung Nasution yang saat itu menjabat sebagai jaksa muda, sekaligus asisten jaksa.
Keduanya membahas kondisi Indonesia setelah terjadinya upaya kudeta. Pembicaraan itu berlangsung pada 18 dan 19 November 1965.
Dalam obrolan yang tercantum pada dokumen tersebut, Adnan Buyung menyebut situasi yang sedang terjadi di Indonesia cukup unik dan menjadi peluang yang tidak mungkin terulang bagi kelompok tertentu untuk bisa mendapatkan keberuntungan meraih kekuasaan.
Adnan Buyung kerap menggunakan istilah 'Kami', namun tidak menyebut secara spesifik kelompok mana yang dimaksud.
Adnan Buyung disebut mendapat informasi secara langsung dari sejumlah pimpinan militer, mengingat saat itu dia memegang jabatan cukup penting dan dianggap sebagai orang terdekat Jaksa Agung. Dia juga menyatakan satu-satunya jalan bagi kelompok tertentu tersebut bisa meraih kekuasaan adalah dengan menyingkirkan Soekarno.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang