5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Kabid Humas Polda Metro Jaya Raden Argo Yuwono (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Dream - Anggota polisi menemukan tas ransel hitam dan koper berwarna biru di pos penjagaan Mapolda Metro Jaya. Dua tas di pintu masuk pejalan kaki tersebut diketahui telah berada di dalam pos penjagaan sejak Selasa kemarin.
" Saat ada anggota piket baru melihat dan mencurigai ini tas punya siapa, dengan tidak mengambil risiko, petugas piket menghubungi Karoops. Karoops menghubungi Jibom (penjinak bom)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, di kantornya, Jakarta, Rabu 18 Oktober 2017.

Saat diperiksa oleh penjinak bom, tas tersebut ternyata tidak berisi bahan peledak atau benda-benda berbahaya. " Setelah kami cek, tas itu berisi pakaian dan buku-buku," ucap dia.

Selain itu, polisi juga mengamankan seorang pria yang diduga pemilik dua tas tersebut. " Itu masih saksi, akan kami dalami," ujar Argo.
Saat ini, situasi di Mapolda Metro Jaya masih dalam keadaan kondusif dan tidak terjadi kepanikan yang berarti.
© Dream
Wakil Kepala Detasemen Gegana Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Sulistyo mengatakan, pemilik tas mencurigakan di pos penjagaan pejalan kaki Polda Metro Jaya merupakan warga negara Malaysiabernama Mohd Hairulanuar.
" Iya dari Malaysia," kata Sulistyo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 18 Oktober 2017.
Menurut Sulistyo, tas yang sempat menghebohkan itu sudah satu minggu berada di dalam pos penjagaan.
" Sudah enam hari di sini, katanya dia titipin saja," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?