Masjid Raya Pondok Indah, Gaya Tradisional di Era Modern

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Minggu, 26 Juni 2016 18:03
Masjid Raya Pondok Indah, Gaya Tradisional di Era Modern
Arsitektur dari masjid ini mengacu pada gaya masjid tradisional, namun dirancang sedemikian rupa sehingga menciptakan gaya baru.

Dream - Bangunan sepintas bergaya tradisional. Tetapi, sentuhan arsitektur modern terlihat di beberapa sudut. Hal itu menunjukkan perpaduan yang serasi antara unsur tradisional dan modern.

Bangunan yang berfungsi sebagai masjid bernama Masjid Raya Pondok Indah ini terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda No 1, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Letaknya tidak jauh dari pusat perbelanjaan Pondok Indah Mall (PIM).

 Masjid Raya Pondok Indah, Gaya Tradisional di Era Modern

Masjid ini dibangun pada 1990 oleh Yayasan Masjid Raya Pondok Indah. Pembangunan memakan waktu dua tahun dan pada 1992, masjid ini diresmikan oleh Wakil Presiden RI Sudharmono.

Masjid Raya Pondok Indah berdiri di atas lahan seluas 6.215 meter persegi. Terdiri dari dua lantai masjid ini mampu menampung sebanyak 4.000 jemaah. Jika tidak tertampung, jemaah biasanya menggunakan halaman masjid.

 Masjid Raya Pondok Indah, Gaya Tradisional di Era Modern

Arsitektur dari masjid ini mengacu pada gaya masjid tradisional, namun dirancang sedemikian rupa sehingga menciptakan gaya baru. Meski begitu, masjid ini tetap mengekspresikan bentuk susun tiga yang menjadi khas masjid tradisional di Nusantara. Selain itu, Masjid Raya Pondok Indah juga merujuk pada Masjid Quba yang dibangun Rasulullah SAW di kota Madinah, Arab Saudi. 

Ketika memasuki ruang utama, terlihat tulisan kaligrafi yang menghiasi dinding. Pada dinding mimbar terpahat kaligrafi dengan tulisan dua kalimat syahadat. Untuk menambah kesan agung, di sekeliling dinding bagian atas terpahat kaligrafi Asmaul Husna.

 Masjid Raya Pondok Indah, Gaya Tradisional di Era Modern

Masjid Raya Pondok Indah juga disebut sebagai masjid biru. Ini karena warna biru mendominasi pada atapnya, dengan menara berbentuk runcing setinggi 50 meter berujung lambang bulan bintang.

Selain digunakan sebagai tempat sholat, masjid ini juga sering dipakai untuk resepsi pernikahan dan seminar. Masjid ini memiliki ruang pertemuan berkapasitas sekitar 1.000 orang dilengkapi dengan sound system, pendingin ruangan, Multimedia Projector.

Selain itu, terdapat fasilitas lain seperti klinik herbal yang menyediakan konsultasi kesehatan, terapi bekam, refleksi, totok wajah.

 Masjid Raya Pondok Indah, Gaya Tradisional di Era Modern

Tersedia juga kantin yang masih berada di komplek masjid. Kantin tersebut berdesain saung dan menerapkan konsep one stop service.

 Masjid Raya Pondok Indah, Gaya Tradisional di Era Modern

Masjid ini juga memiliki Baitul Maal wat Tamwil. Badan ini dibentuk untuk menyalurkan bantuan berupa modal usaha dan beasiswa kepada kaum dhuafa.

Selain itu, Masjid Raya Pondok Indah menyediakan pelayanan pengurusan jenazah hingga proses pengantaran ke pemakaman, baik dalam kota maupun luar kota dengan mobil jenazah yang tersedia. (Ism) 

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting