Masjid Megah Hadiah Syekh Abu Dhabi di Solo Resmi Mulai Dibangun

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 8 Maret 2021 17:01
Masjid Megah Hadiah Syekh Abu Dhabi di Solo Resmi Mulai Dibangun
Peletakan batu pertama berlangsung akhir pekan lalu.

Dream - Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed yang merupakan replika Grand Mosque Abu Dhabi di Solo, Jawa Tengah, resmi dimulai. Proses konstruksi masjid ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang berlangsung pada Sabtu, 6 Maret 2021.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan masjid ini merupakan mercusuar syiar Islam juga simbol moderasi untuk menguatkan perdamaian dunia.

" Masjid Raya Sheikh Zayed Solo akan menjadi salah satu mercusuar syiar Islam di Nusantara dan simbol moderasi beragama dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia dan keadilan sosial," ujar Gus Yaqut, dikutip dari Kemenag.

Gus Yaqut mengatakan nantinya masjid yang merupakan hadiah dari Putra Mahkota Uni Emirat Arab untuk Presiden Joko Widodo ini tidak semata menjadi tempat sholat. Lebih dari itu, menjadi pusat kegiatan dakwah dan pembinaan umat sekaligus destinasi wisata religi.

Masjid Raya Sheikh Zayed© Kemenag

" Saya ingin menekankan di sini bahwa masjid adalah 'lembaga risalah' yang memiliki fungsi fundamental sebagai tempat pembinaan persatuan dan kesatuan umat serta kerukunan bangsa," kata Gus Yaqut.

Menurut Gus Yaqut, masjid adalah bangunan peradaban yang memancarkan nilai, makna dan pencerahan kepada masyarakat. Sehingga menjadi sarana terpenting merawat moral masyarakat.

" Mentalitas masyarakat yang bertakwa sejalan dengan misi kerisalahan Islam sebagai rahmatan lil 'alamin, rahmat bagi alam semesta," ucap Gus Yaqut.

1 dari 2 halaman

Menag Puji Wakaf Energi Masjid Istiqlal Sebagai Ide Brilian

Dream - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi peluncuran Wakaf Energi Masjid Istiqlal. Dana wakaf yang terkumpul dimanfaatkan untuk mendanai pengadaan panel surya guna memenuhi kebutuhan listrik di masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.

" Gerakan wakaf energi merupakan sebuah ide brilian yang akan membuka pola baru dalam pengelolaan tempat ibadah yang ramah lingkungan," ujar Gus Yaqut, dikutip dari Kemenag.go.id.

Gus Yaqut menilai wakaf energi menjadi gagasan cemerlang dalam perkembangan wakaf di Indonesia. Selain itu, sebagai bentuk dukungan dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.

" Sebagai ikon kebanggaan bangsa Indonesia, Masjid Istiqlal kini mengusung konsep Smart & Green Mosque. Maka, kampanye wakaf energi merupakan langkah strategis untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dan berkontribusi dalam mengembangkan konsep Smart & Green Mosque," kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Tak hanya itu, Gus Yaqut juga memandang kampanye wakaf energi membuka peran yang lebih luas. Wakaf tidak lagi identik dengan makam, masjid maupun madrasah namun dapat diwujudkan dalam bentuk lain yang memberikan manfaat kepada umat.

" Karena itulah, kampanye ini akan memperkaya khazanah perwakafan di Indonesia," ucap Gus Yaqut.

Selanjutnya, Gus Yaqut mengatakan perbincangan mengenai wakaf energi sangat jarang terpikirkan oleh para pengelola masjid. Padahal, wakaf jenis ini bukan hal yang tabu dan justru memberikan manfaat kepada umat.

" Kita berharap kampanye ini semakin membuka hubungan yang lebih erat antara masyarakat dengan masjid. Kita akan sangat bangga ketika sumber energi masjid tak lagi hanya mengandalkan aliran dari PLN, melainkan juga memanfaatkan energi yang terbarukan," terang Gus Yaqut.

Beri Komentar