Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Kepala Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci, Syeikh Abdurrahman As Sudais (Arab News)
Dream - Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci mengumumkan rencana operasional Ramadan pada Masjidil Haram Mekah dan Masjid Nabawi Madinah.
Jemaah bisa melaksanaan ibadah Ramadan di dua masjid ini, tetapi dengan tetap memenuhi persyaratan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Kepala Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci, Syeikh Abdurrahman As Sudais, menyatakan rencana operasional ini bertujuan untuk memberikan kesempatan jemaah dalam beribadah sekaligus terjaga dari ancaman penularan Covid-19.
Para jemaah juga akan diberikan kemudahan agar bisa memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin.
" Tujuannya untuk menghadirkan pengalaman unik kepada para Tamu Allah yang menggabungkan antara ritual ibadah dengan pemeliharaan kesehatan," ujar Syeikh Sudais, dikutip dari Arab News.
Syeikh Sudais menekankan upaya pencegahan Covid-19 tetap diprioritaskan. Hal ini berlaku tidak hanya untuk pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi namun juga para jemaah.
" Dalam masa pandemi lanjutan, saya mendesak para jemaah Dua Masjid Suci sudah divaksinasi Covid-19 untuk memastikan keamanan diri mereka maupun para jemaah lainnya," ucap dia.
Akan ada lima area yang disediakan untuk sholat di Masjidil Haram, termasuk halaman timur dan area khusus bagi jemaah berkebutuhan khusus. Jemaah umroh juga dapat melaksanakan tawaf di lantai pertama sepanjang Ramadan.
Pendingin air Zamzam tetap tidak tersedia. Akan ada 200 ribu botol air Zamzam setiap harinya yang disediakan untuk para jemaah.
Jemaah yang ingin berbuka puasa di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dibolehkan dengan syarat membawa air dan kurma sendiri. Pembagian makanan ditiadakan juga tidak dibolehkan.
Syeikh Sudais juga menyatakan tidak boleh ada makanan selain di luar waktu berbuka puasa. Sementara makanan untuk buka puasa akan dibagikan secara individual.
Untuk operasional Ramadan, terang Syeikh Sudais, terdapat 10 ribu pekerja yang akan membantu mengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Jumlah jemaah ditentukan berdasarkan rencana yang ditetapkan pihak berwenang untuk mencegah kerumunan dan kepadatan jemaah.
Sejak penangguhan selama tujuh bulan lamanya dicabut pada Oktober lalu, lebih dari 13 juta jemaah bermasker mengunjungi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Mereka melaksanakan sholat jemaah dan ibadah umroh.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa