5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi
Dream - Ini kisah mualaf pria bernama Galih. Bersama temannya, dia mendatangi pesantresn pembina mualaf, Yayasan Annaba Center Indonesia di Ciputat, Tangerang, Banten, pada akhir Januari silam. Keduanya berdialog dengan pengasuh pesantren, Kiai Syamsul Arif Nababan.
Dikutip Dream dari laman Annaba Center, Senin 9 Maret 2015, dalam diskusi itu dibahas sejumlah hal. Terutama tentang Islam. Galih dan sang kawan bertanya tentang Islam yang selama ini dicitrakan sangat keras. Bahkan diidentikkan dengan kegiatan terorisme.
Dialog tersebut berlangsung hangat. Kiai Syamsul yang dihujani pertanyaan memberikan penjelasan dengan gamblang. Dalam dialog itu Kiyai Syamsul juga menjelaskan isi kitab kedua orang itu dan membandingkannya dengan Alquran.

Proses dialog sudah berlangsung satu jam lebih. Galih dan sang kawan rupanya mulai paham bahwa Islam tak menakutkan sebagaimana bayangan mereka. Mereka menjadi paham bahwa Islam yang dicitrakan sangat lekat dengan kekerasan tidaklah benar.
" Alhamdulillah, melalui penjelasan yang disampaikan oleh Pak Kiai, akhirnya ia sadar bahwa bukan Islam yang salah, melainkan umatnya yang salah dalam memahami Islam. Kemudian, dalam waktu 1,5 jam, dia bersyahadat di musala pesantren Annaba Center Indonesia." (Ism)
Baca Juga: Buku Gratisan Tuntun Gadis Kolombia Peluk Islam Saat Para Mualaf Berantas Buta Aksara Alquran Perjalanan Mengharukan Wanita Jerman Peluk Islam Perjalanan Unik Sekeluarga di Amerika Peluk Islam Sejarah Kabah Tuntun Pemuda Amerika Peluk Islam Wanita Amerika Temukan Islam Dalam Bus 1.000 Hijab untuk Mualaf Tionghoa Jepretan Menakjubkan Tuntun Fotografer Swedia Peluk Islam
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
