Masukan Petasan Ke Jeriken Bekas Bensin, Bocah di Riau Alami Luka Bakar Serius

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Sabtu, 18 Mei 2019 11:28
Masukan Petasan Ke Jeriken Bekas Bensin, Bocah di Riau Alami Luka Bakar Serius
Korban mengalami luka bakar serius di wajah

Dream - Memasuki Ramadan, peredaran petasan bak jamur di musim hujan. Meski sudah dilarang, tak sedikit dari masyarakat khususnya anak-anak masih bermain petasan.

Banyak dari mereka yang menjadi korban, dari luka ringan hingga berujung maut. Peristiwa nahas juga dialami oleh seorang bocah di Pekanbaru, Riau.

Bocah berinisial RK pada Rabu, 15 Mei 2019 tengah asyik bermain petasan bersama teman-temannya. Singkat cerita, ia iseng memasukkan petasan ke dalam sebuah jeriken.

Nahas, jeriken itu rupanya pernah dipakai untuk menampung bensin. Dengan polosnya, RK mengintip ke dalam lubang untuk memastikan petasan yang ia masukkan tetap menyala.

" Ketika petasan masuk, korban mengintip lewat lubang jeriken. Petasan tadi meledak mengenai kepala dan wajah korban sehingga mengalami luka bakar serius," ujar Kapolsek Tapung Ajun Komisaris Polisi, Sanny Handytio dikutip dari laman Liputan6.com, Sabtu 18 Mei 2019.

 

1 dari 2 halaman

Tak Bisa Masuk Sekolah

RK yang berasal dari Desa Mukti, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar langsung dibawa ke Rumah Sakit Prima oleh orangtuanya.

RK yang awalnya ceria kini hanya bisa tergolek lemah di atas ranjang perawatan. Dia mengalami luka bakar serius di wajah.

Akibat peristiwa itu, RK yang kini duduk di kelas 5 itu tidak bisa mengikuti pelajaran.

" Saya sudah membesuk korban ke rumah sakit tadi, sekaligus memberi bantuan," ucap Sanny.

Sanny mengimbau kepada orangtua agar senantiasa menjaga dan tidak mengizinkan anak-anaknya untuk membeli petasan.

" Selain suaranya mengganggu kenyamanan masyarakat, bermain petasan sangat berisiko dan membahayakan," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/M Syukur)

2 dari 2 halaman

Dikira Petasan, Ternyata Densus Gerebek 3 TerdugaTeroris

Dream - Tim Densus 88 Polri dan Polres Metro Tangerang Kota menggerebek tiga terduga teroris di sebuah rumah di RT 2 RW 2, Jalan Gempol Raya, Kunciran, Kota Tangerang.

" Ya benar. Ada tiga terduga," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Harry Kurniawan, dikutip Dream dari , Rabu 16 Mei 2018.

Warga yang berada di sekitar lokasi penggerebekan mengaku mendengar suara tembakan. Awalnya warga menduga suara itu merupakan bunyi petasan.

" Saya kira petasan, ternyata suara tembakan," kata seorang warga.

Usai mendapatkan kepastian suara itu merupakan letusan peluru, warga segera berhamburan. " Saya langsung membawa anak ke dalam warung, takut terjadi apa-apa," kata warga itu.

 

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham