Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Komplek Pemakaman Shah-I-Zinda Samarkand, Uzbekistan (Foto: Shutterstock)
Dream - Negara sempalan Uni Soviet, Uzbekistan menyimpan daya tarik kesejarahan. Di negara ini, sejumlah ulama ahli bidang filsafat, kedokteran, dan matematika.
Kepala Bidang Bayt Al-Quran LPMQ Kementerian Agama (Kemenag) Nani Sutiati, Uzbekistan melahirkan ulama yang ahli di bidang ilmu pengetahuan, baik filsafat, kedokteran, maupun matematika. Nani menyebut sejumlah nama, antara lain, Ibnu Sina dan al-Khawarizmi.
Sementara dalam bidang tasawuf, Uzbekistan melahirkan al-Kalabazi, penulis kitab tasawuf terkenal. Negeri di kawasan Asia Tengah ini juga melahirkan banyak tarekat, yang paling terkenal adalah Tarekat an-Naqsyabandiyah.
“ Uzbekistan terkenal dengan kota-kota tuanya, di antaranya Samarkand, Tashkent, Tirmiz, Khiva dan lain-lain,” kata Nani, Rabu, 6 Februari 2019.

Di Nusantara, kata Nani, jejak ulama Uzbekistan juga terlihat pada masa islamisasi Nusantara, sekitar abad ke-14 Masehi. Di Jawa, tokoh islamisasi yang mahsyur berasal Samarkand, yaitu Syekh Asmorokondi (as-Samarqandi) yang dimakamkan di Tuban, Jawa Timur.
Beberapa berita menyebutkan, Syekh Asmorokondi merupakan sesepuh para wali di Jawa, ayah dari Sunan Ampel.
Selain itu, diceritakan Syekh Jumadil Kubro, yang disebutkan sebagai ayahnya Maulana Malik Ibrahim dan Maulana Ishak, juga berasal dari Uzbekistan.
Tetapi, hingga saat ini, tidak banyak ditemukan sumber-sumber sejarah tentang kedua tokoh tersebut kecuali dari bukti arkeologis berupa nisan makamnya yang saat ini sangat ramai diziarahi.
Untuk menggali jejak sejarah Islam di Uzbekistan itu, Kemenag dan Kementerian Pariwisata Uzbekistan rencananya akan menggelar pameran foto bertajuk Uzbekistan Negeri Para Imam di Bayt Alquran dan Museum Istiqlal, Taman Mini Indonesia Indah, 7 hingga 17 Februari 2019. Nani mengatakan, pameran digelar dalam rangka memperingati satu tahun bebas visa WNI ke Uzbekistan.
“ Pameran dibuka Kamis, 7 Februari 2019 pukul 09.00 WIB oleh Duta Besar Uzbekistan, Dr Ulugbek Rozukulov, bersama Prof Dr ES Margianti SE, MM, Rektor Universitas Gunadarma, dan Prof Abd Rahman Mas’ud, Ph.D., Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI,” kata dia.
Nani mengatakan, pameran dan seminar yang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia ini diharapkan akan membuka wawasan masyarakat Indonesia tentang negeri di Asia Tengah dengan banyak peninggalan peradaban Islam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya