Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tokoh Lintas Agama Berkumpul Serukan Pilkada Damai (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang telah di depan mata akan menjadi ujian dalam menentukan nasib daerah lima tahun ke depan. Masyarakat diminta memilih pemimpin sesuai dorongan hati sanubari dan bukan atas ajakan pihak lain.
" Bagi pemilih, jadilah pemilih yang merdeka dan tidak terpengaruh sogokan. Pilihlah berdasar kapasitas kemanusiaan dengan mempertimbangkan hati sanubari dan akal rasional. Pilihan yang terbaik di antara yang baik dan pilihlah yang baik dari yang buruk," ujar Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin di Jakarta, Selasa, 8 Desember 2015 kemarin.
Terhadap pasangan para calon kepada daerah, Din berpesan agar masing-masing dari mereka bisa menunjukkan sikap kenegarawanan. Dia berharap pasangan calon dapat menerima kemenangan dan kekalahan secara legowo.
" Pasangan calon harus mendorong semangat kebangsaan dan kekeluargaan. Bukan menciptakan perkubuan yang berujung pada perpecahan," harap dia.
Melihat panasnya proses demokrasi lima tahunan itu, Din meminta Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) dapat bersikap netral dan menjaga diri dari godaan politik. Dengan terjaganya perdamaian itu, dia berharap nasib proses demokrasi itu akan membawa perubahan bagi daerah.
" Proses pilkada ini adalah proses membangun bangsa. Jangan sampai ada perpecahan. Semoga dari proses ini melahirkan pemimpin yang dapat membawa perubahan bagi daerah yang bersangkutan," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya