Memilukan, Gadis 2 Tahun Ditelantarkan 8 Jam di Lantai RS

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 5 November 2015 13:30
Memilukan, Gadis 2 Tahun Ditelantarkan 8 Jam di Lantai RS
Isabella Dalton, 2 tahun, tengah sakit radang amandel dan harus segera ditangani. Tetapi, pihak rumah sakit tidak segera menangani selama 8 jam.

Dream - Isabella Dalton, gadis usia 2 tahun tengah menderita radang amandel dan harus mendapat pertolongan segera. Tetapi, dia dibiarkan tidur terlantar di lantai dingin Rumah Sakit Royal Preston, Lanchasire, Inggris selama delapan jam.

Padahal, di sekeliling bocah itu terdapat banyak tempat tidur kosong. Tidak ada dokter yang memeriksa atau pegawai rumah sakit yang membantu mencarikan kamar untuk Isabella.

Isabella dilarikan rumah sakit karena suhu badannya yang tinggi akibat menderita radang amandel dan infeksi telinga. Namun ibunya, Jessica, 22 tahun, mengatakan anaknya harus tidur di lantai dingin ruang tunggu selama 8 jam. Padahal ada 12 tempat tidur kosong di sekitar mereka.

Meski ada beberapa dokter rumah sakit datang ke ruang tunggu, mereka tetap acuh. Mereka malah berbicara dengan perawat dan pasien lainnya.

Jessica semakin sedih ketika permintaan dia kepada perawat untuk memindahkan anaknya selalu ditolak. Para perawat beralasan Isabella harus diperiksa dokter terlebih dulu sebelum mendapatkan kamar perawatan.

" Ada seorang dokter yang datang ke ruang tunggu dan berbicara dengan seorang pasien lainnya, dan melihat anakku tidur di lantai tapi tidak berbuat apa-apa," keluh Jessica.

Bahkan permintaan sebuah selimut atau apa pun untuk menjadi alas tidur Isabella pun diacuhkan. " Dia hanya seorang anak kecil dan tidak tahu bagaimana membuat dirinya merasa nyaman," kata Jessica.

Merasa tidak diperlakukan dengan benar, Jessica melaporkan kasus yang dialaminya itu ke badan yang berwenang. Keluhan Jessica tersebut akhirnya mendapat respon dari Karen Partington, ketua NHS Foundation Trust di Lancashire.

" Prioritas kami selalu memberikan pelayanan dan perawatan yang dibutuhkan oleh pasien. Dan kami siap melakukan investigasi tentang penyelewengan pelayanan di RS Royal Preston ini," kata Partington.

Sumber: metro.co.uk

Beri Komentar