Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Agama Fachrul Razi (Kemenag)
Dream - Menteri Agama Fachrul Razi meminta masyarakat yang menggelar acara keagamaan untuk tidak hanya fokus pada terselenggaranya acara. Tetapi juga meningkatkan perhatian terhadap keamanan para pendakwah.
" Saya imbau semua pihak untuk menjaga kelancaran acara, termasuk keamanan pendakwah," ujar Fachrul melalui keterangan tertulis.
Fachrul menyampaikan imbauan tersebut mengingat adanya kasus penyerangan terhadap pendakwah ketika menyampaikan ceramah. Dia mengatakan panitia acara bisa proaktif menjalin koordinasi dengan aparat keamanan saat akan menggelar pengajian, apalagi jika melibatkan banyak orang.
" Keamanan ulama dan pendakwah menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pihak keamanan, tapi juga panitia yang mengundangnya," kata Fachrul.
Dia menekankan koordinasi panitia dengan aparat keamanan sangat penting untuk menjaga keamanan masyarakat. " Apalagi untuk ulama," ucap dia.
Fachrul berharap penyerangan kepada ulama tidak terulang di waktu depan. Juga giat pengajian masyarakat tidak terganggu.
" Bangsa ini sangat memerlukan wejangan para tokoh agama dalam menjalani kehidupan yang rukun dan damai," ucap dia.
Dream - Menteri Agama Fachrul Razi menyesalkan tidakan pelaku kejahatan yang menyasar ulama ataupun tokoh agama. Kegeraman itu dissampaikan setelah muncul kasus penusukan yang dialami Syekh Ali Jaber dan pembacokan imam masjid di Tanjung Rancing, Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.
Fachrul mengingatkan ulama adalah pewaris Nabi. Mereka mendapat amanah untuk menyampaikan pesan-pesan ilahi kepada umat manusia.
" Dalam Islam, ulama adalah pewaris para nabi. Merekalah yang mendapat amanah menyampaikan pesan-pesan ilahi dan kemanusiaan di muka bumi, membunuhnya adalah sebuah kejahatan ganda," jar Fachrul melalui keterangan tertulis diterima Dream.
Fachrul mengajak semua pihak untuk kembali mengingat kisah Usamah bin Zaid, panglima perang termuda yang membunuh Mirdas bin Nahik dalam peperangan. Usamah menceritakan bagaimana dia membunuh musuh Islam itu kepada Rasulullah Muhammad SAW.
Di hadapan Rasulullah, Usamah mengaku berhasil memojokkan Mirdas. Dalam keadaan terjepit, Mirdas mengucap kalimat syahadat namun Usamah tetap membunuhnya.
Tetapi, Rasulullah malah tidak senang mendengar kabar tersebut. Rasul kemudian menegur keras Usamah lantaran membunuh orang yang sudah mengucap kalimat syahadah. Ini karena seorang Muslim tidak berhak menilai isi hati seseorang.
Fachrul mengatakan kisah Usamah mengingatkan agama tidak mengajarkan pemeluknya untuk menyakiti. Apalagi sampai membunuh sesama.
" Dalam pesan terakhirnya ketika haji wada', Rasulullah tegas berpesan bahwa haram bagi setiap insan untuk menumpahkan darah saudaranya. Ini adalah pesan kemanusiaan tertinggi dalam Islam," kata Fachrul.
Sejak peristiwa itu, kata Fachrul, Usamah tidak mau lagi membunuh orang yang telah mengucap kalimat syahadah. Bahkan ketika terjadi konflik antara sahabat Muawiyah dengan Ali bin Abi Thalib, Usamah memilih netral.
" Menumpahkan darah dan membunuh manusia tanpa alasan sangat bertentangan dengan esensi ajaran agama. Islam diyakini sebagai agama pembawa rahmat bagi alam semesta," kata Fachrul.
Lebih lanjut, Fachrul menegaskan Indonesia adalah negara hukum dengan konstitusi yang disusun melibatkan ajaran agama. Mencederai warga negara yang sama ataupun berbeda agama merupakan kejahatan serius.
" Karenanya saya sangat mengecam kejadian penyerangan dan pembunuhan terhadap ulama ini. Semoga ini yang terakhir kalinya terjadi. Saya percaya penegak hukum bisa tuntas mengusut dan menindak pelakunya, sesuai ketentuan yang berlaku," ucap Fachrul.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya