Pemkot Setujui Bank Bengkulu Gandeng Investor Perkuat Modal Inti

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 16 September 2020 17:31
Pemkot Setujui Bank Bengkulu Gandeng Investor Perkuat Modal Inti
Bank Bengkulu mendapat kewajiban dari OJK agar memiliki modal inti Rp1 triliun.

Dream - Pemerintah Kota Bengkulu menyetujui langkah Bank Bengkulu untuk menggandeng investor guna memperkuat modal inti. Persetujuan tersebut diberikan saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu yang digelar di Aula Lantai 7 Graha Bank Bengkulu pada Rabu, 16 September 2020.

Sejumlah pemegang saham mulai Gubernur Bengkulu hingga para bupati dan walikota hadir dalam RUPSLB tersebut. Sedangkan Pemkot Bengkulu sebagai salah satu pemegang saham diwakili oleh Wakil Wali Kota Dedy Wahyudi.

RUPSLB tersebut membahas dan mengesahkan Laporan Keuangan yang telah diaudit akuntan publik sebagai pertanggungjawaban kinerjda Dewan Direksi. Selain itu juga membahas terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 41/POJK.03/2019 tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, Integrasi, dan Koversi Bank Umum.

 

1 dari 1 halaman

Peraturan tersebut mewajibkan Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 1, salah satunya Bank Bengkulu, memiliki modal inti sebesar Rp1 triliun pada 2020. Sehingga disepakati Bank Bengkulu dibolehkan menggandeng investor untuk memenuhi kewajiban modal inti tersebut.

" Sebagai salah satu pemegang saham di Bank Bengkulu, Pemkot siap mendukung masuknya investor ke Bank Bengkulu untuk mencapai target modal inti Rp1 trilun di tahun 2020 agar Bank Bengkulu tidak berubah menjadi BPR atau BPRS," kata dia.

Dedy berharap keputusan dalam RUPSLB tersebut dapat membuat Bank Bengkulu terus berkembang. Juga tumbuh menjadi bank daerah dengan kinerja terbaik.

" Karena perkembangan Bank Bengkulu tidak terlepas dari dukungan, arahan dan kepercayaan seluruh para pemegang saham (shareholder) dan para investor tentunya," kata Dedy.

Sumber: Media Center Kota Bengkulu.

Beri Komentar