Hikmah di Balik Dirahasiakannya Waktu Malam Lailatul Qadar

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Kamis, 14 Mei 2020 17:01
Hikmah di Balik Dirahasiakannya Waktu Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar adalah sebuah hadiah yang diberikan Allah SWT hanya kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Dream - Seluruh umat Islam berusaha meningkatkan intensitas ibadahnya di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Di waktu tersebut, Allah SWT menurunkan telah menurunkan sebuah malam yang penuh dengan kemuliaan yakni Lailatul Qadar.

Jika seseorang mendapatkan malam Lailatul Qadar, ia akan mendapatkan keberkahan dan pahala bernilai seribu bulan. Pada saat itu, siapa yang berdoa dan meminta pada Allah SWT akan dikabulkan permintaannya.

Malam Lailatul Qadar menjadi malam penting yang hanya terjadi pada bulan Ramadhan. Namun, Allah SWT pun merahasiakan kapan waktu persisnya turunnya malam Lailatul Qadar. Dilansir dari NU Online, berikut penjelasannya.

1 dari 3 halaman

Hikmah Dirahasiakannya Malam Lailatul Qadar

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Dalam sebuah kitab Thaharah al-Qulub wa al-Khudlu li Allam al-Ghuyub, Sayyid Abdul Aziz al-Darani menggunakan parabel (perumpamaan) menarik untuk menguraikan hikmah dirahasiakannya lailatul qadr. Ia mengatakan:

Sesungguhnya Allah ta’ala merahasiakan Lailatul Qadar di (bulan) Ramadhan agar orang-orang beriman berusaha (melakukan ibadah dengan gigih) di sisa bulan (Ramadhan) seperti halnya Allah merahasiakan seorang wali di antara orang-orang beriman agar semua (orang) dimuliakan (atau diperlakukan dengan hormat)” (Sayyid Abdul Aziz al-Darani, Thaharah al-Qulub wa al-Khudlu li Allam al-Ghuyub, Beirut: Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, 2003, h. 167)

Sayyid Abdul Aziz menjelaskan hikmah di balik kerahasiaan waktu Lailatul Qadar adalah agar manusia akan tergerak untuk berusaha, dan beribadah setiap hari di bulan Ramadhan. Dalam pencariannya, jika manusia tidak berhasil mendapatkannya, ia telah mengumpulkan banyak kebaikan. Bisa jadi karena kegigihannya, Allah menuntunnya untuk mendapatkan Lailatul Qadar, sehingga Allah akan menghilangkan kantuknya, melenyapkan malasnya, dan menguatkan istiqamahnya ketika Lailatul Qadar datang.



© Dream
2 dari 3 halaman

Lailatul Qadar adalah Hadiah Allah untuk Umat Nabi Muhammad

Jika waktu Lailatul Qadar sudah ditentukan tanggalnya, manusia hanya akan menunggu, tidak berusaha mencarinya. Apalagi kebaikan yang akan didapatkan berlipat-lipat banyaknya. Imam Mujahid mengatakan:

“ Beribadah (di malam Lailatul Qadar) lebih baik dari ibadah seribu bulan berpuasa dan shalat malam.” (Sayyid Abdul Aziz al-Darani, Thaharah al-Qulub wa al-Khudlu li Allam al-Ghuyub, Beirut: Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, 2003, h. 167)  

Menurut ulama Imam Mujahid, kebaikan Lailatul Qadar melebihi nilai ibadah seribu bulan puasa dan shalat malam. Perbandingannya dengan seribu bulan berpuasa dan shalat malam. Hal ini menunjukkan keutamaan Lailatul Qadar sangat luar biasa.

Lailatul Qadar adalah hadiah Allah untuk umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sayyid Abdul Aziz al-Darani menulis dalam kitabnya:

“ Dalam sebuah riwayat yang shahih (dikatakan): (Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diperlihatkan oleh Allah ta’ala usia-usia manusia sebelumnya. Seakan-akan usia umatnya menjadi semakin pendek, sehingga pencapaian amalnya tidak akan menyamai amal umat lainnya karena panjangnya usia (mereka). Kemudian Allah ta’ala menganugerahi Nabi Muhammad Lailatul Qadar, yang [nilainya] lebih baik dari seribu bulan). Seribu bulan (kurang lebih setara dengan) delapan puluh tiga tahun tiga bulan.” (Sayyid Abdul Aziz al-Darani, Thaharah al-Qulub wa al-Khudlu li Allam al-Ghuyub, Beirut: Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, 2003, h. 166)  

 

3 dari 3 halaman

Siapkan Ibadah Terbaik

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Oleh karena itu, ada baiknya kita mempersiapkan diri untuk bertemu dengan malam Lailatul Qadar. Senantiasa berdoa, dan beribadah semoga bisa memudahka kita menemui malam yang mulia tersebut. Semoga kita semua ditemui Lailatul Qadar dalam keadaan terbaik, dan menjadi manusia yang layak menerima hadiah dari Allah berupa Lailatul Qadar.  

Sayyid Abdul Aziz Al- Darani mengungkapkan dalam riwayatnya:

“ (Wahai) hamba-hamba Allah, sungguh bulan Ramdhan adalah gelanggang (perlombaan) orang-orang terdahulu dan ghanimah bagi orang-orang yang jujur. Di dalamnya (pahala) amal-amal dilipat-gandakan, dan dosa-dosa yang berat diringankan. Di dalamanya permohonan (doa) dikabulkan, dan diampuni (dosa-dosa) orang yang meminta ampunan. Keutamaannya di atas apa yang dikatakan (atau dijelaskan), karena bulan Ramadhan adalah kemuliannya masa (waktu) dan pelitanya bulan. Kemudian di dalamnya ada Lailatul Qadar yang Allah jadikan beribadah (di dalam)nya lebih baik dari ibadah seribu bulan.”  (Sayyid Abdul Aziz al-Darani, Thaharah al-Qulub wa al-Khudlu li Allam al-Ghuyub, Beirut: Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, 2003,h. 166)  

Wallahu a’lam bish-shawwab

 

© Dream
Beri Komentar