CONNECT WITH US!
CONNECT WITH US!

Mengejar Lailatul Qadar

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an | Senin, 19 Juni 2017 13:40
Sumber Foto: Shutterstock
Bulan istimewa ini didambakan seluruh Muslim.

Dream - Pria paruh baya itu terlihat sibuk. Membuka ransel dan mengaduk seluruh isinya. Sejumlah baju dikeluarkan. Tampak plastik sabun dan sikat gigi di sela tumpukan kain yang sudah kusut itu.

Tangan kanan terus merogoh dalam-dalam tas yang sudah sobek pada bagian depan itu. Tangan pria berpeci hitam tak kunjung ditarik dari dalam tas. Terus mencari sesuatu. 

Lengan pria itu seluruhnya ditelan mulut tas. Jemari ditandaskan hingga bagian dasar. Sesekali kepala dilongokkan ke ransel yang separo isinya sudah dimuntahkan itu.

Beberapa saat kemudian, dia menemukan benda yang dicari. Tangan kanan itu segera ditarik. Sebuah tasbih kecil sudah berada dalam genggaman. Pria berbaju batik itu merasa lega. “ Alhamdulillah,” katanya.

Dengan segera, pakaian yang sudah sedikit amburadul di lantai itu dirapikan. Dimasukkan ke ransel hitam yang sudah usang itu. Dia bergegas, menuju ke ruang utama Masjid Istiqlal, Jakarta.

Pria yang sibuk mencari tasbih itu adalah Ari Sugiarto. Jumat sore pekan lalu itu, dia hendak britikaf. Mengejar Lailatul Qadar. “ Karena malam itu nilaianya lebih bagus dari seribu bulan,” kata pria asal Bogor, Jawa Barat, ini.

Ini bukan kali pertama Ari memburu malam Qadar. Sejak Ramadan tahun 2000, dia tak pernah absen melewatkan puasa dengan beritikaf di Masjid Istiqlal. Demikian pula tahun ini. Dia sudah berada di sana sejak tanggal 1 Ramadan.

Tak ada kegiatan lain, kecuali beribadah. Saban hari, Ari berzikir dan membaca Alquran. Dia bahkan punya target, sehari khatam satu juz Alquran. “ Pokoknya one day one juzz,” tambah Ari.

Lailatul Qadar memang didambakan seluruh Muslim. Sebab, malam itu lebih baik dari seribu bulan. Jadi, barang siapa yang beribadah pada malam Qadar, pahalanya lebih baik dari seribu bulan itu.

Umat Muslim yakin malam istimewa itu jatuh pada hari ganjil pada sepertiga terakhir Ramadan.

***
Dan Ari pun masuk ke ruang utama Masjid Istiqlal. Di sana, telah ada ribuan orang. Ruangan berkapasitas sepuluh ribu orang itu sudah terisi separo. Mereka duduk bersap. Rapi. Hampir semua memegang Alquran. Membaca lembar demi lembar. Ada pula yang menghitung buliran tasbih, sambil berzikir.

Suasana benar-benar khusyuk. Lantunan Alquran dan zikir bergaung. Menyejukkan qalbu siapa saja yang berada di sana. Mereka baru berhenti membaca Alquran saat azan berkumandang. Setelah menunaikan sholat, mereka akan kembali berzikir dan membaca Alquran.

Dan para pemburu Lailatul Qadar di Masjid Istiqlal tak hanya datang dari sekitaran Jakarta. Mereka bahkan ada yang jauh-jauh terbang dari luar Jawa. Seperti Rifai, pemuda asal Medan, Sumatera Utara.

Barista berusia 27 tahun ini mendapat izin sepuluh hari dari tempat kerja. Tak mau menyia-siakan kesempatan, Rifai terbang ke Jakarta, beritikaf di Istiqlal. “ Beritikaf di sini berharap mendapat ketenangan hati. Sehingga ibadah lebih khusyuk,” tutur Rifai.

Malam itu, pemuda berkoko putih ini berharap doa-doanya terkabul. “ Kalau Lailatul Qadar itu pasti dapat karomah, doa terkabul. Saya berdoa mudah-mudahan cepat dapat jodoh,” ucap Rifai sambil tersenyum.

Selama itikaf ini, Rifai selalu membaca Surat Yusuf. Dia yakin, dengan sering mebaca surat Alquran itu, jodoh yang didambakan segera datang.

Bukan hanya lajang ataupun perorangan. Para pemburu malam Qadar di Istiqlal juga datang dengan rombongan. Bahkan, ada pula yang memboyong keluarga. Dengarlah penuturan Wiwit. “ Saya datang bersama suami,” tutur dia.

“ Saya di sini iktikaf baru malam ini, rencananya sepuluh hari sampai malam takbiran,” tambah perempuan asal Penjaringan, Jakarta Utara, ini.

Keluarga Wiwit memang selalu menghabiskan sepuluh hari terakhir bulan Ramadan untuk beritikaf di masjid. Tahun lalu, mereka beritikaf di Masjid Sunda Kelapa, Menteng. Mereka juga berharap bertemu Lailatul Qadar.

“ Lailatul Qadar kan malam yang lebih baik dari seribu bulan, nah semoga kita mendapatkan itu dengan rida Allah,” harap Wiwit.

***
Masjid Istiqlal pun juga bersiap menyambut para tamu Allah ini. Mereka melaksanakan qiyamullail pada Kamis malam, atau tepat pada malam ke-21 Ramadan. Serangkaian ibadah malam dilakukan, mulai berzikir, membaca Alquran, hingga melaksanakan sholat sunah.

“ Mulainya jam satu pagi, didahului dengan tausiyah imam besar,” kata Kepala Bagian Protokol dan Pelayanan Wisata Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam.

Menurut Abdul Salam, para jemaah sangat antusias untuk beribadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Saat malam ke-21 Ramadan kali ini saja, setidaknya ada 7.000 orang hadir beribadah di Istiqlal.

“ Biasanya masyarakat lebih antusias di malam-malam ganjil, kayak 21, 23, 25, 27, dan 29. Yang jelas, animo masyarakat untuk sepuluh malam terkahir untuk iktikaf dan qiyamullail itu sangat tinggi sekali,” papar dia.

Menurut dia, Masjid Istiqlal tak pernah sepi. Para jemaah sudah membludak pada awal Ramadan. Memang, pada pertengahan bulan sedikit susut. Tapi jumlah jemaah kembali membanjir di Istiqlal pada sepuluh hari terakhir bulan Puasa.

“ Ada yang datang dari Kalimantan, Lampung, Sulawesi, Padang, dan lainnya. Mereka hanya ingin itikaf dan ingin sholat Id, setelah itu mereka pulang,” tambah Abdul Salam.

Putihkan Hati Sambut Hari Nan Fitri Bersama Martha Tilaar Group

Rekomendasi Pilihan



Cara Rasul Melunakkan Hati yang Keras

Senin, 26 Juni 2017 18:02

Pernahkah Anda merasa malu meminta maaf atas kesalahan yang sudah terjadi?

Inspirasi Abaya Lebih Santai untuk Silaturahmi

Senin, 26 Juni 2017 17:02

Penampilan saat lebaran akan tetap kece dengan padupadan abaya dan modest wear yang kekinian.

3 Langkah Bikin Penampilan Tetap Fresh

Senin, 26 Juni 2017 14:08

Yuk makin bersemangat dengan penampilan yang fresh setiap saat. Ini lho rahasianya.

Busana Lebaran Santai dan Gelap Sasa `Noura`

Senin, 26 Juni 2017 13:02

Sasa menyarankan agar tidak mengenakan busana berwarna gelap saat lebaran karena akan gerah saat silaturahmi keliling kampung.

Kisah Cleaning Service Jadi Sekretaris Direksi RS Cinere

Senin, 26 Juni 2017 12:02

Dia hanya lulusan SMP, namun...

Pakai Minyak Goreng untuk Bersihkan Perabotan Rumah Yuk!

Senin, 26 Juni 2017 11:15

Yuk simak apa saja yang bisa dibersihkan dengan bermodalkan minyak goreng.

7.000 Gundukan Misterius di Sekitar Kutub Utara Siap Meledak

Senin, 26 Juni 2017 10:05

Bila gundukan misterius itu meledak, akibatnya....