CONNECT WITH US!
CONNECT WITH US!

Para Pejalan Kaki ke Tanah Suci

Reporter : Puri Yuanita | Kamis, 8 Juni 2017 20:20

Dream - Labaik Allahumma Labaaik, labaaik Laa Syarika Laka Labaaik Inal Hamda Wan Ni'mata Laka Wal Mulka La Syarikalah…

Kumandang talbiyah menggema seantero tanah haram Mekah. Mereka, ribuan manusia berbalut kain putih itu, bergerak bak ombak laut, dengan gerak melingkar membentuk pusaran.

Gerak itu terus bergulung, mengitari satu titik bangunan kubus hitam berusia ribuan tahun. Itulah bangunan suci, saksi sejarah para nabi, dan simbol keagungan sang maha pencipta: Ka'bah.

Raut kekhusyukan terpancar jelas dari wajah-wajahnya. Tak sedikit yang menitihkan air mata. Kerinduannya pada Tanah Suci telah terpenuhi. Sementara lainnya, larut dalam gemuruh lantunan doa-doa yang dipanjatkan.

Sungguh satu pemandangan menyentuh hati. Kaum muslimin yang datang dari beragam ras, suku dan bangsa, dalam kesempatan itu bisa bersama-sama menunaikan rukun Islam kelima. Mereka biasanya terpecah belah, bisa bersatu lewat sebuah kalimat talbiyah.

Inilah salah satu kenikmatan yang bisa dirasakan oleh mereka yang berhaji ke Tanah Suci. Sayangnya, tak semua muslim beruntung bisa menjejakkan kaki di bumi Umul Qura'.

Mahalnya biaya perjalanan dan masa antrean haji yang memakan waktu lama, itulah yang menjadi penyebab utama sulitnya kaum muslimin mewujudkan impian ke Tanah Suci. Terutama bagi para muslim di Indonesia.

Namun haji adalah soal 'panggilan'. Tak peduli seseorang mampu secara finansial atau tidak, jika Allah menghendaki ia berhaji, maka jalan apapun bisa membawanya sampai ke Tanah Suci.

Tak jarang, jalan yang mengantarkan mereka pun terkesan 'ajaib' di mata manusia. Tapi tentunya tidak ada yang mustahil bagi Allah. Man Jadda WaJada.

Kisah perjalanan haji dramatis dari beberapa orang ini menjadi buktinya. Panggilan Allah telah menggerakkan hati mereka, hingga berani menempuh cara tak lazim untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah.

Tak seperti kebanyakan calon jamaah yang memilih perjalanan udara, beberapa orang ini justru memutuskan untuk pergi ke Tanah Suci dengan berjalan kaki.

Ribuan kilometer mereka tempuh hingga memakan waktu berbulan-bulan bahkan tahunan. Rasa lelah luar biasa mampu mereka taklukkan. Berbagai risiko di jalan pun rela mereka hadapi. Dan tak sedikitpun mengurangi keteguhan niat mereka untuk tunaikan haji.

Alhasil perjuangan tak biasa itu berbuah manis. Kaki-kaki letih mereka akhirnya berhasil menjejak di daratan tanah haram yang mulia. Lantas, siapa saja mereka dan bagaimana kisah selengkapnya? Mari simak ulasannya.



#MovieTalk - BCL, Joe Taslim & SURAT KECIL UNTUK TUHAN (Part 1)

Rekomendasi Pilihan



Tinggalkan Hijab Instan, Ini Tren Busana Syar`i Teranyar

Selasa, 27 Juni 2017 06:04

Desain hijab syar'i sudah cukup berkembang, para muslimah dapat terlihat lebih modis tanpa harus mengenakan hijab instan.

Cara Rasul Melunakkan Hati yang Keras

Senin, 26 Juni 2017 18:02

Pernahkah Anda merasa malu meminta maaf atas kesalahan yang sudah terjadi?

Inspirasi Abaya Lebih Santai untuk Silaturahmi

Senin, 26 Juni 2017 17:02

Penampilan saat lebaran akan tetap kece dengan padupadan abaya dan modest wear yang kekinian.

3 Langkah Bikin Penampilan Tetap Fresh

Senin, 26 Juni 2017 14:08

Yuk makin bersemangat dengan penampilan yang fresh setiap saat. Ini lho rahasianya.

Busana Lebaran Santai dan Gelap Sasa `Noura`

Senin, 26 Juni 2017 13:02

Sasa menyarankan agar tidak mengenakan busana berwarna gelap saat lebaran karena akan gerah saat silaturahmi keliling kampung.

Kisah Cleaning Service Jadi Sekretaris Direksi RS Cinere

Senin, 26 Juni 2017 12:02

Dia hanya lulusan SMP, namun...

Pakai Minyak Goreng untuk Bersihkan Perabotan Rumah Yuk!

Senin, 26 Juni 2017 11:15

Yuk simak apa saja yang bisa dibersihkan dengan bermodalkan minyak goreng.