Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ivan Gunawan Mempersembahkan Manggali Di Jakarta Fashion Week 2017. (foto: Instagram.com/Ivan Gunawan)
Dream - Bali, tak pernah kehilangan daya tarik untuk dituangkan dalam karya seni. Begitu pula dengan desainer Ivan Gunawan yang tertarik mengangkat cerita rakyat Ratna Manggali dalam koleksi terbaru dari lini utama Ivan Gunawan.
Ivan mempersembahkan 16 koleksi busana wanita dan 4 busana pria di hari terakhir perhelatan Jakarta Fashion Week (JFW) 2017. Pria yang karib disapa Igun ini menuangkan cita rasa misterius Manggali dalam detail busana yang sofistifikasi.
"Imajinasi saya berangkat dari kisah tokoh Ratna Manggali seorang anak janda tokoh Rangda yang hidup gundah gulana karena ikut ternista," terang Igun saat jumpa pers di Senayan City, Jakarta Selatan baru-baru ini.
Berlatar budaya etnik Bali, Igun merancang busana ready to wear yang dijahit dengan teknik inggil. Dimana, hanya akan ada satu set untuk setiap detail desiannya.
Namun, Igun memastikan bahwa busana-busana tersebut berdaya pakai tinggi dengan siluet seksi dan padu gaya elegan. Igun memamerkan keberaniannya dalam menyambung potongan bahan dari tekstur berbeda-beda yang disatukan dalam satu tampilan.
"Koleksi ini mengeluarkan jumpsuit, mini, midi, bomber jacket yang semuanya ready to wear. Akan ada coker dengan detail bordir budaya bali. Modern dan culture bali," imbuhnya.
Sedangkan untuk material, Igun lebih banyak bermain dalam penggunaan bahan jacquard, lace, tule dan wool. Dengan dominasi warna-warna gelap hitam gotik.
Untuk styling di atas panggung, Igun mencoba memadukan rok panjang berlipit rapat yang mewah dengan atasan jaket boomber. Ada pula terusan pendek berjurai dan ber-tassel (rumbai) didesain dari renda halus yang ditata sambung.
"Warna biru kelam dan perak menjadi aksen penguat rasa saat hitam menjadi sripanggung yang mewakili kegelapan hati Manggali," jelas Igun.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari