Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif
Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Bocah Ini Meninggal Sumbangkan Organ Dalam Selamatkan 7 Orang (mirror.co.uk)
Dream - Bocah asal Bristol, Inggris, Tyanni Tendayi, 14 tahun harus meninggal lantaran sebuah penyakit langka. Tetapi, kematiannya itu justru menyelamatkan tujuh nyawa lainnya.
Awalnya, Tiyanni tiba-tiba berteriak lantaran merasakan sakit kepala yang begitu hebat pekan lalu. Hanya ada kakek, Alan Goward, 62 tahun saat itu.
Dengan sigap, Alan memanggil ambulans dan membawa Tyanni ke Bristol Royale Hospital for Children. Saat pemeriksaan, tim dokter menemukan adanya gumpalan darah di leher Tyanni, kasus yang hanya menyerang satu dari 100 orang.
Bocah yang begitu menyukai sepakbola ini kemudian mengalami koma. Keluarganya diberitahu hanya sekitar empat persen jumlah penderita penyakit langka tersebut yang bisa selamat.
Setelah melihat tidak ada tanda-tanda pulih, orangtua Tendayi, Joanne dan Tongayi membuat keputusan yang mengagetkan. Keduanya memutuskan Tendayi lebih baik meninggal.
Tim dokter segera menggelar operasi untuk mengangkat organ dalam Tyanni. Organ tersebut akan digunakan untuk menyelamatkan nasib orang lain.
" Satu menit awal semua terkesan baik-baik saja, kemudian kami semua menangis seperti bayi," kata Alan.
Pamannya, Takura Tendayi punya kesan tersendiri pada ponakannya itu. " Dia anak yang baik dan punya jiwa lembut. Dia punya kearifan yang tidak pernah Anda tahu," kata Takura.
Takura mengatakan sebenarnya kedua orangtua Tyanni punya pandangan yang berbeda. Tetapi, mereka lebih memilih keputusan yang terbaik bagi anaknya.
" Dia menunjukkan kenyataan dalam hidup dan untuk apa sebenarnya hidup berjalan. Dia tahu apa yang begitu penting," unkap Takura.
Sumber: mirror.co.uk
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini


Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya

Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa