Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pegiat sastra sekaligus dosen Universitas Negeri Jakarta, Helvy Tiana Rosa mengungkapkan, dirinya ingin berbakti pada Indonesia secara Islami dan mengartikulasikannya dalam bentuk karya. Terdekat, ia bersama beberapa komunitas Islam akan meluncurkan film yang diadaptasi dari novel perdananya berjudul Ketika Kang Mas Gagah Pergi.
Menurut Helvy, film ini amat berbeda dengan apa yang selama ini ada di Indonesia. Dari segi pendanaan, film ini dibiayai oleh donasi beberapa komunitas serta masyarakat.
Sedangkan para pemeran, dipilih berdasarkan karakter aslinya. " Jadi pemeran filmnya bukan hanya soleh di film saja," ujar Helvy dalam acara ODOJ (Komunitas One Day One Juz) untuk Negeri di Jakarta, Minggu 30 Agustus 2015.
Selain itu, Helvy menjanjikan tidak akan ada adegan sentuhan fisik dalam film Ketika Kang Mas Gagah Pergi. " Saya ingin bikin film yang membangun karakter Qurani. Selama ini industri film dan selera kita didikte oleh satu pemilik modal besar," tambahnya.
Berbekal beberapa ciri khas dalam karya tersebut, Helvy yakin Ketika Kang Mas Gagah Pergi akan menjadi penanda zaman terutama bagi anak muda Indonesia.
" Saya ingin membuat momen untuk pemuda Indonesia. Saya ingin Ketika Kang Mas Gagah Pergi menjadi penanda zamannya seperti film Catatan Si Boy dan Ada Apa dengan Cinta di masanya," kata perempuan yang masuk dalam deret sastrawan paling berpengaruh di Indonesia ini.
Ia pun berharap, film yang dibuat dengan gotong royong dari berbagai elemen masyarakat ini mampu menjadi gerakan budaya untuk membumikan Islam yang hakiki. Penuh kedamaian serta kasih sayang. " Saya yakin gerakan budaya akan sangat efektif terutama bagi anak-anak muda," pungkas Helvy.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya