Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Jesus Grajeda ©Twitter
Dream - Covid-19 merenggut nyawa Jesus Grajeda, Menteri Kesehatan Negara Bagian Chihuahua, Meksiko. Grajeda, mengembuskan napas terakhir setelah dua pekan dirawat di rumah sakit.
" Saya kehilangan kata-kata untuk menyatakan seluruh perasaan saya pada saat ini, saya sangat berduka," kata Gubernur Chihuahua, Javier Corral, di Facebook.
Menurut Corral, Grajeda meninggal setelah mengalami gagal jantung pada Minggu 16 Juli 2020.
Meksiko menjadi negara ke empat di dunia yang mencatat jumlah kematian tertinggi akibat virus corona.
Hingga Sabtu pekan lalu, negara itu melaporkan total ada 385.000 pengidap corona dan hampir 43.500 orang meninggal akibat penyakit pernapasan Covid-19.
Sumber: Merdeka.com
Dream - Pandemi virus corona rupanya membuat banyak negara kewalahan. Virus yang menjangkiti jutaan orang ini telah menyebabkan kematian banyak orang di berbagai negara.
Di Bolivia bahkan jenazah penduduk yang terjangkit Covid-19 bergelimpangan di rumah-rumah, juga jalanan. Kondisi itu tentu sangat memprihatinkan.
Laman News 18 melaporkan bahwa pada Selasa 21 Juli 2020, polisi mengevakuasi 400 jenazah penduduk yang bertumbangan di jalanan dan rumah-rumah.
Menurut pejabat kepolisian Bolivia, Kolonel Ivan Rojas, 85 percent dari 400 jenazah yang dievakuasi itu, " Positif Covid-19 dan kasus dengan gejala Covid-19, sehingga mereka dicatat sebagai pasien corona."
Sisanya meninggal karena kasus lain, baik disebabkan penyakit maupun kasus kekerasan.
Dari jumlah 400 jasad itu, sebanyak 191 dievakuasi dari kota metropolitan Cochabamba pada 15 hingga 20 Juli, 141 dari La Paz.
Di kota terbesar Bolivia, Santa Cruz, otoritas setempat mengevakuasi 68 jenazah. Santa Cruz menjadi kota dengan dampak Covid-19 terburuk di Bolivia dengan lebih dari 60 ribu kasus.
Menurut badan epidemologi Bolivia, wilayah barat Cochabamba dan La Paz menjadi kawasan dengan penyebaran kasus corona sangat cepat.
Andres Flores, direktur Institut Investigasi Forensik, mengatakan bahwa antara bulan 1 April hingga 19 Juli, lebih dari 3.000 jenazah dievakuasi dari luar rumah sakit dan diyakini terinfeksi virus corona.
Hingga saat ini negara berpenduduk lebih dari sebelas juta itu mencatatkan lebih dari 2.200 kematian yang terkonfirmasi terjangkit virus corona.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
