Masjid Istiqlal Tetap Potong Hewan Kurban Meski Tak Gelar Sholat Idul Adha

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 30 Juli 2020 19:01
Masjid Istiqlal Tetap Potong Hewan Kurban Meski Tak Gelar Sholat Idul Adha
Penyembelihan dijalankan sehari setelah Idul Adha.

Dream - Pengelola Masjid Istiqlal resmi tidak menggelar agenda kenegaraan Sholat Idul Adha 1441 Hijriah. Meski demikian, pemotongan hewan kurban masih akan tetap dijalankan.

" Iya, tetap menggelar kurban seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Kepala Bagian Protokol Humas Masjid Istiqlal, Abu Hurairah, dikutip dari Liputan6.com.

Penyembelihan akan dijalankan sehari setelah Idul Adha. Tepatnya pada 11 Zulhijah 1441 H yang tahun ini bertepatan dengan 1 Agustus.

" Penyembelihan Sabtu, 1 Agustus," kata Abu.

1 dari 5 halaman

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi mengumumkan Masjid Istiqlal tidak akan menggelar Sholat Idul Adha 1441H. Pertimbangannya, perkembangan situasi pandemi Covid-19 belum mereda.

" Mencermati perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya DKI Jakarta, Istiqlal tidak akan menggelar Sholat Idul Adha 10 Zulhijah 1441H," kata Fachrul.

Fachrul mengatakan Masjid Istiqlal akan terisi penuh setiap kali menggelar Sholat Id. Situasi tersebut tidak memungkinan untuk penerapan protokol kesehatan.

" Prosesnya juga tidak mudah karena akses keluar masuk juga harus dibatasi seiring penerapan protokol kesehatan," kata Fachrul.

 

2 dari 5 halaman

Masjid Al Azhar Gelar Sholat Idul Adha

Sementara, Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, akan menggelar Sholat Idul Adha dengan protokol kesehatan yang ketat. Sholat Id akan dilaksanakan di lapangan dan area parkir Jumat besok pukul 06.30 WIB.

" Kita menerapkan protokol kesehatan, jarak antara jemaah ada jaraknya begitu juga pengukuran suhu tubuh dilakukan sejak awal masuk gerbang masjid," ujar Kepala Kantor Masjid Agung Al Azhar, Iding.

Iding mengatakan lapangan Masjid Al Azhar dapat menampung sekitar 4.000 orang pada pelaksanaan Sholat Id tahun-tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, kapasitas dikurangi 50 persen menjadi 2.000 jemaah.

" Tapi kalau nanti jemaah membeludak, kita akan manfaatkan aula," kata dia.

Untuk pengukuran suhu tubuh dilakukan sejak awal masjid dibuka pada Jumat besok. Pengukuran dilakukan di gerbang masuk.

" Kita buka dua pintu masuk yakni pintu timur dan barat di Jalan Sisingamangaraja," kata Iding. 

Sumber: Liputan6.com/Ika Defianti

3 dari 5 halaman

Masjid Istiqlal Resmi Tak Gelar Sholat Idul Adha 1441H

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, resmi mengumumkan Masjid Istiqlal tidak akan  menggelar Sholat Idul Adha 1441H sebagai agenda kenegaraan. Hal ini mempertimbangkan situasi pandemi Covid-19 yang belum mereda.

" Mencermati perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya DKI Jakarta, Istiqlal tidak akan menggelar Sholat Idul Adha," ujar Fachrul dalam keterangan tertulis diterima Dream.

Fachrul mengatakan sebagai Masjid Negara, Sholat Id di Istiqlal tentu akan diikuti puluhan ribu jemaah. Hal ini akan menyulitkan penerapan protokol kesehatan.

Misalnya, untuk pemeriksaan suhu tubuh saja membutuhkan waktu. Apalagi jika jumlah jemaahnya mencapai puluhan ribu.

" Prosesnya juga tidak mudah karena akses keluar masuk juga harus dibatasi seiring penerapan protokol kesehatan sehingga potensi kerumunan sangat tinggi," kata Fachrul.

Selanjutnya, Fachrul mengatakan renovasi Masjid Istiqlal memang sudah selesai namun pandemi belum berakhir. Dia berharap kondisi dapat segera membaik dan masyarakat bisa kembali beribadah di rumah ibadah dengan nyaman.

Sebelumnya, Kemenag menggelar Sidang Isbat dan menetapkan tanggal 1 Zulhijah 1441 H jatuh pada Rabu, 22 Juli 2020. SedangkanIdul Adha jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020.

4 dari 5 halaman

Menag Imbau Pembagian Daging Korban Lebih Banyak ke Fakir Miskin

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, mengatakan ibadah kurban tahun ini berada di tengah pandemi Covid-19. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya di bidang kesehatan, namun juga ekonomi.

Fachrul pun mengimbau pembagian daging kurban lebih banyak diberikan kepada kelompok fakir dan miskin. Ini untuk mengurangi beban mereka akibat Covid-19.

" Di situasi sekarang, dianjurkan sebanyak mungkin dibagikan kepada fakir miskin," ujar Fachrul, dikutip dari Kemenag.

Menurut Fachrul, daging kurban boleh dimakan oleh orang yang berkurban. Akan lebih baik jika jatah pengkurban diserahkan sebagian kepada fakir miskin.

 

5 dari 5 halaman

Dia juga mengimbau kepada masyarakat yang mampu untuk berkurban. Tahun ini, banyak pihak yang membutuhkan makanan.

Terkait pelaksanaan kurban, Fachrul menyatakan pihaknya telah menerbitkan Surat Edaran. Dalam SE tersebut dijelaskan pemotongan hewan kurban harus memenuhi protokol kesehatan seperti menggunakan alat sendiri, jaga jarak, dilakukan di tempat terbuka, serta memakai masker.

" Pembagian kurban sebaiknya diantar ke rumah masing-masing, untuk menghindari kerumunan. Memang kerja akan lebih banyak sedikit, tapi lebih aman dan pahalanya juga lebih," kata dia.

Beri Komentar