Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kondisi Kawah Di Mars (Foto: Science Alert)
Dream - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Ameriksa Serikat (NASA) mengumumkan misi penjelajahan Kawah Jezero di Mars pada 2020. Kawah Jezero merupakan daerah geologis dengan kondisi endapan aluvial.
Ilmuwan menduga terdapat molekul organik purba yang terlihat melalui citra satelit. Selain itu diduga masih banyak hal yang tersimpan di kawan ini.
Dalam gambar siluet cahaya, terlihat bentuk 'cincin bak mandi' berkarbonat. Diduga menjadi tempat untuk menampung fosil.

Kawah Jazero Mars (Foto: Science Alert)
Dilaporkan Science Alert, misi penjelajahan Mars 2020 menaikkan kemungkinan kelayakhunian Mars. Robot penjelajah, Spirit dan Opportunity dikirim ke Mars dengan misi menemukan bukti air, baik kuno maupun modern.
Kawah Jezero dipilih dengan beberapa pertimbangan. Pertama, kawah ini merupakan daerah kuno, situs danau diperkirakan muncul sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu.

Karbonat dapat membuat struktur fosil berumur panjang yang dapat bertahan hingga miliaran tahun. Termasuk kerang, karang, dan stromatolit.
Para ilmuwan berpikir ada baiknya menyelidiki cincin karbonat di sekitar tepi Kawah Jezero untuk melihat apakah ada fosil di sana. Tidak ada yang tahu apa yang akan ditemukan di sana, di tepi kawah yang kaya karbonat.
Tetapi, bukti empiris lokasi tersebut merupakan tempat untuk mencari jejak alam Mars.
Sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Icarus menyajikan tampilan terperinci ke dalam keanekaragaman mineral di Jezero Crater, termasuk endapan karbonat di tepinya. Makalah ini berjudul, The mineral diversity of Jezero crater: Evidence for possible lacustrine carbonates on Mars.
Dream - Mars terus menjadi teka-teki. Meski begitu, Badan Antariksa dan Penerbangan Amerika Serikat (NASA) menguji beberapa fenomena alam di Mars.
Melalui penjelajah NASA, InSight dilengkapi dengan " telinga" yang sangat istimewa. Alat yang tertanam di InSight itu bernama Seismic Experiment for Interior Structure (SEIS), yang dapat menangkap getaran halus seperti angin sepoi-sepoi.
Instrumen ini dibuat badan antariksa Perancis, Centre National d'Études Spatiales (CNES).
SEIS dirancang untuk mendengarkan marsquake. Para ilmuwan ingin mempelajari bagaimana gelombang seismik di planet Mars.
Tetapi, setelah seismometer diturunkan oleh lengan robot InSight, Mars tampak malu-malu. Gemuruh pertama Mars baru muncul sampai April 2019.
Gemuruh itu punya sinyal seismik frekuensi tinggi yang mengejutkan tim sains. Lebih dari 100 peristiwa yang terdeteksi hingga saat ini, sekitar 21 sangat dianggap sebagai gempa.
Kenakan headphone untuk mendengarkan dua dari gempa terdeteksi SEIS. Peristiwa itu terjadi pada 22 Mei 2019 (atau menggunakan hari misi di Mars, sol 173) dan 25 Juli 2019 (Sol 235).
Suara itu berada jauh di bawah jangkauan pendengaran manusia. Sonifikasi dari SEIS ini harus dipercepat dan sedikit diproses agar dapat terdengar melalui headphone.
Selain susara gempa, SEIS juga merekam hembusan angin di Mars. Ilmuwan perlu memilah suara mana saja yang benar-benar berasal dari hembusan angin Mars.
" Sangat menyenangkan, terutama pada awalnya, mendengar getaran pertama dari pendarat," kata Constantinos Charalambous, anggota tim sains InSight di Imperial College London dilaporkan NASA.
" Kau membayangkan apa yang sebenarnya terjadi di Mars saat InSight duduk di lanskap terbuka," ucap dia.
Charalambous dan Nobuaki Fuji dari Institut de Physique du Globe de Paris menyediakan sampel audio untuk cerita ini, termasuk yang di bawah ini, yang juga paling baik didengar dengan headphone dan menangkap berbagai suara yang mereka dengar.
Tim InSight sempat mendengar suara aneh saat malam yang dijuluki dinks and donks.
Suara itu diduga muncul karena kontraksi panas, mirip suara `tik` usai mesin mobil mati dan mulai dingin.
Kamu dapat mendengar sejumlah dink dan donks ini dalam rangkaian suara berikutnya, yang direkam tepat setelah matahari terbenam pada 16 Juli 2019 (Sol 226).
Dengarkan baik-baik dan Anda juga dapat mendengar siulan menakutkan yang menurut tim mungkin disebabkan gangguan pada alat elektronik seismometer.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya