Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Inti Bumi Ternyata Mengalami Pendinginan.
Dream - Bumi terus berevolusi sejak terbentuk 4,5 miliar tahun yang lalu. Namun tidak banyak yang tahu jika ada fenomena aneh yang terjadi sejak Bumi terbentuk.
Sementara suhu permukaan dan atmosfer berfluktuasi selama miliaran tahun, bagian inti Bumi yang cair dan panas, yang merupakan jantung planet ini, ternyata mengalami pendinginan selama ini.
Padahal bagian inti Bumi yang cair inilah yang diduga menghasilkan medan magnet yang luas. Struktur tak terlihat ini diyakini para ilmuwan telah melindungi dunia kita dan memungkinkan kehidupan berkembang.
Selain itu, konveksi mantel, aktivitas tektonik, dan vulkanisme yang terjadi di permukaan Bumi telah membantu mempertahankan kehidupan melalui stabilisasi suhu global dan siklus karbon.
Namun muncul pertanyaan yang belum terjawab selama ini, yaitu seberapa cepat inti Bumi mendingin dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk melakukan proses tersebut?
Teori sebelumnya menyebutkan, inti Bumi masih dalam proses mendingin, dan akan terus terjadi seperti itu sampai benar-benar akan mengeras.
Ketika bagian interior Bumi mengeras, maka aktivitas geologi berhenti. Bumi mungkin berubah menjadi batu tandus raksasa, mirip dengan yang terjadi pada Mars atau Merkurius.
Lalu seberapa cepat pendinginan ini akan terjadi dan berapa lama waktunya? Menurut penelitian oleh ETH Zurich di Swiss, pendinginan inti Bumi ini kemungkinan terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Kuncinya bisa jadi adalah sebuah mineral di antara besi atau nikel yang ada di inti luar Bumi dan cairan bawah mantel yang ada di atasnya.

Mineral ini disebut peneliti sebagai bridgmanite, dan seberapa cepat zat ini menghantarkan panas akan memengaruhi kecepatan panas menembus inti dan keluar ke menuju mantel Bumi.
Sayangnya, untuk mengukur konduktivitas termal (perpindahan panas) bridgmanite dari inti ke mantel Bumi tidak sesederhana yang diperkirakan dalam kondisi terbuka.
Masalahnya, konduktivitas termal ini dapat bervariasi berdasarkan tekanan dan suhu, tergantung pada posisinya yang jauh di dalam planet kita.
Untuk mengatasi kesulitan ini, tim ilmuwan yang dipimpin oleh Motohiko Murakami dari ETH Zurich mengembangkan sistem yang memungkinkan mereka mengukur konduktivitas termal bridgmanite di laboratorium, di bawah tekanan dan suhu mirip dengan yang berlaku di inti Bumi.
Dalam pengujiannya, Murakami menyinari sebuah batu kristal bridgmanite dengan laser berdenyut. Pengukuran menunjukkan hasil yang mendekati kondisi aslinya di inti Bumi.
" Sistem pengukuran ini menunjukkan bahwa konduktivitas termal bridgmanite sekitar 1,5 kali lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya," kata Murakami.
Ini artinya aliran panas dari inti ke mantel Bumi ternyata lebih tinggi dari yang selama ini diasumsikan. Dengan aliran panas yang keluar dengan cepat dan besar ini, maka laju pendinginan interior Bumi lebih cepat dari yang diduga.
Menariknya lagi, proses pendinginan inti Bumi ini bisa semakin cepat ketika bridgmanite berubah menjadi mineral lain yang disebut post-perovskite.
Zat ini bahkan disebut lebih konduktif secara termal dan karenanya akan meningkatkan laju kehilangan panas dari inti ke dalam mantel Bumi.
Namun Murakami menegaskan bahwa tim tidak bisa mengatakan berapa lama dan seberapa cepat proses ini akan terus berlangsung.
Masalahnya, proses pendinginan planet-planet yang sebenarnya bukanlah sesuatu yang dipahami dengan baik oleh para ilmuwan, termasuk tim Murakami.
" Mars mendingin sedikit lebih cepat karena secara signifikan lebih kecil dari Bumi. Tetapi ada faktor lain yang mungkin berperan dalam seberapa cepat interior planet mendingin," pungkasnya.
Penelitian tentang seberapa lama dan cepat inti Bumi mendingin yang diteliti Murakami dari ETH Zurich ini telah dipublikasikan di Earth and Planetary Science Letters pada 15 Januari 2022 lalu.
Sumber: Science Alert
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya