Gunung Merapi di Yogyakara Meletus Pagi Hari Ini

Reporter :
Minggu, 17 November 2019 13:41
Gunung Merapi di Yogyakara Meletus Pagi Hari Ini
Sebelumnya, menurut pantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Merapi memang diketahui cukup aktif.

Dream - Gunung Merapi di Jawa Tengah pada hari ini 17 November 2019 kembali meletus. Letusan terjadi pada pukul 10.46 WIB.

Sebelumnya, menurut pantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Merapi memang diketahui cukup aktif.

Dari keterangan resmi BPPTKG di Instagram, letusan Gunung Merapi pagi hari ini terekam dalam seismogram. Para warga di sekitar pun diminta waspada.

 Gunung Merapi Meletus

" Letusan tercatat di seismogram dengan amplitudo max 70 mm dan durasi 155 detik," tulis akun @BPPTKG

BPPTK menjelaskan kalau arah angin bertiup ke barat. Lalu untuk tinggi kolom letusan mencapai kurang lebih 1000 meter.

" Teramati kolom letusan setinggi kurang lebih 1000 m. Angin bertiup ke Barat," keterangan BPPTKG.

Sampai saat ini aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “ WASPADA” (Level II). Potensi bahaya saat ini berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava dan lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif.

Rekomendasi jarak bahaya 3 km dari puncak. Untuk di luar radius tersebut masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. ?

1 dari 5 halaman

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas

Dream - Gunung Merapi mengeluarkan awan panas, Selasa 17 September 2019, pukul 06.52 WIB. Guguran awan panas tersebut meluncur pada jarak 1.100 meter ke Kali Gendol.

Dilaporkan , dari data seismogram, guguran awan panas ini memiliki getaran maksimum 62 milimeter. Durasi awan panas guguran mencapai 110 detik.

BPPTKG menyebut, terjadi tiga kali gempa guguran pada hari ini, sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Gempa guguran itu punya geratan 3 hingga 10 milimeter dengan durasi 28.68 hingga 42.72 detik.

Hingga saat ini, BPPTKG Yogyakarta masih menetapkan Gunung Merapi berstatus waspada atau level II. Status waspada ini telah ditetapkan sejak 21 Mei 2018.

Dalam rekomendasinya, BPPTKG masih menetapkan dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi agar tak ada aktivitas manusia. Masyarakat yang berada di luar radius 3 kilometer diperbolehkan beraktivitas seperti biasa.

Sumber: 

2 dari 5 halaman

Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Sejauh 500 Meter

Dream - Gunung Merapi dilaporkan erupsi pada Minggu, 25 Agustus 2019. Gunung ini mengeluarkan guguran lava sejauh 500 meter ke arah hulu Kali Gendol.

Dilaporkan Liputan6.com, pos pengamatan Gunung Merapi mencatat erupsi dan gempa terjadi sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Terjadi enam kali gempa dan guguran lava dengan amplitudo 2 hingga 22 milimeter.

" Hasil pengamatan visual selama periode itu menunjukkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 25 meter di atas puncak kawah," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida seperti dilansir Antara.

Hanik mengatakan cuaca di Gunung Merapi terpantau cerah berawan. Suhu mencapai 12 hingga 17,5 derajat Celcius dengan kelembapan udara 41 hingga 72 persen. Adapun tekanan udara mencapai 629 hingga 710 mmHg.

BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. Hanik tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

" BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi," ucap dia.

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Gunung Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

" Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya," kata dia.

3 dari 5 halaman

Penampakan Awan Panas Gunung Merapi Dini Hari Tadi

Dream - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mengeluarkan awan panas tengah malam tadi, 13 Agustus 2019 pukul 23.31 WIB.

Dilaporkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), guguran awan panas tercatat di seismogram pada amplitudo maximal 30 milimeter. Sementara itu, durasi guguran selama kurang lebih 95 detik.

" Jarak luncur 950 meter ke arah hulu Kali Gendol," tulis BPPTKG.

Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran awan panas pada Rabu, 14 Agustus 2019. Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 04.52 WIB.

Awan panas guguran itu tercatat di seismogram BPPTKG dengan amplitudo maximal 50 milimeter dan durasi 95,80 detik.

" Jarak luncur 950 meter ke arah hulu Kali Gendol," kata BPPTKG.

BPPTKG menyatakan jarak luncuran ini masih dalam kondisi aman. Radius kawasan aman yang direkomendasikan BPPTKG yaitu 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

4 dari 5 halaman

Berikut Videonya

Highlight Merapi 14/08/2019 pic.twitter.com/DwktN7aiH7

— VolcanoYT (@VolcanoYTz) August 14, 2019

5 dari 5 halaman

Awan Panas Berhembus dari Puncak Merapi, Status Waspada

Dream - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas. Sejak pagi tadi, Senin, 18 Februari 2019, beberapa kali guguran awan panas meluncur dari puncak gunung Merapi. Terakhir, awan panas terlihat sekitar pukul 2 siang tadi.

Dikutip dari Liputan6.com, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Yuwono Haris Yuliyanto, menyatakan situasi masih tergolong aman.

Belum ada laporan terjadinya hujan abu di wilayah Klaten. Meski demikian, warga tetap diminta waspada dan mematuhi rekomendasi untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak.

Selain di Klaten, guguran dan luncuran awan panas juga terjadi di Sleman, DI Yogyakarta. Guguran tersebut mengarah ke Kali Gendol.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, meminta masyarakat tetap tenang. Meski kembali beraktivitas, kondisi Merapi masih aman.

Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan status Gunung Merapi menjadi Waspada (Level 2).

Hal ini menyusul terjadinya guguran awan panas beberapa kali dalam sehari ini. Guguran terbaru terjadi pada pukul 14.21 WIB dengan durasi 63 detik mengarah ke Kali Gendol.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian