Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Segitiga Bermuda (Liputan6.com)
Dream - Dunia mengenal Segitiga Bermuda sebagai kawasan gaib. Bahkan sampai dijuluki daerah Devil's Triangle. Segitiga Setan.
Julukan itu tersemat karena banyak kasus kapal hilang setiap kali melintas di perairan tersebut. Dalam seratus tahun terakhir, lebih dari seribu jiwa menjadi korban.
Banyak yang mengaitkan Segitiga Bermuda dengan dunia gaib. Tetapi, sejumlah peneliti Universitas Southampton, Inggris mencoba membantah klaim tersebut.
Mereka menemukan teori baru yang menjelaskan penyebab hilangnya kapal-kapal di Segitiga Bermuda. Menurut mereka, hilangnya kapal yang misterius lantaran adanya fenomena alam yang disebut 'gelombang jahat'.
© Dream
Dikutip dari Liputan6.com, para ahli tersebut membuat simulasi menggunakan simulator ruangan untuk menciptakan gelombang itu. Simulasi tersebut diabadikan dalam film dokumenter The Bermuda Triangle Enigma.
Gelombang jahat yang berlangsung hanya beberapa menit itu pertama kali tertangkap satelit pada 1997. Gelombang itu terjadi di lepas pantai Afrika Selatan dengan ketinggian mencapai 30 meter.
Tim peneliti kemudian membuat duplikat USS Cyclops yang hilang di Segitiga Bermuda pada 1918. Insiden hilangnya itu turut melenyapkan 300 nyawa.
© Dream
Ilmuwan kelautan dan Bumi, Dr Simon Boxall, mengatakan, badai besar bisa terlihat datang bersamaan ke Segitiga Bermuda dari arah yang berbeda. Badai tersebut menyebabkan adanya gelombang jahat yang dia yakini bisa menghancurkan kapal.
" Ada badai di selatan dan utara yang datang bersamaan. Jika ada tambahan dari Florida, itu bisa menjadi formasi gelombang mengerikan yang berpotensi mematikan," kata Boxall.
© Dream
Dia melanjutkan gelombang tersebut sangat curam dengan ketinggian mencapai 30 meter. Ukuran kapal akan menentukan tingkat kerusakan.
" Jika Anda bisa membayangkan gelombang liar dengan puncak di kedua ujungnya, ini bisa mematahkan kapal menjadi dua bagian. Apalagi hal itu terjadi, kapal bisa tenggelam dalam dua hingga tiga menit," ucap dia.
Sumber: Liputan6.com/Afra Augesti.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya