Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gambar Asteroid Kembar Terbaik Yang Pernah Direkam NASA. (Foto: NASA)
Dream - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menangkap gambar asteroid biner yang terbentuk dari dua batu angkasa kembar yang saling mengorbit satu sama lain.
Gambar dua asteroid kembar yang dikenal dengan nama 2017 YE5 itu merupakan yang terbaik pernah ditangkap NASA.
Dua asteroid itu memiliki fitur yang unik. Asteroid pertama berwarna terang sedangkan yang kedua gelap dan menakutkan.
Kedua batu angkasa memiliki ukuran yang identik, yang sangat tidak umum. Mereka satu-satunya asteroid biner keempat terdekat yang memiliki massa setara Bumi yang pernah terdeteksi.
Meskipun 2017 YE5 diklasifikasikan sebagai yang 'berbahaya', tapi bukan asteroid yang berada pada jalur tabrakan dengan Bumi.
Asteroid kembar itu masing-masing berdiameter sekitar 900 meter. Jika hanya salah satu satu dari keduanya yang menabrak Bumi, dampaknya sangat mengerikan.
Batu angkasa itu akan melenyapkan sebuah kota, membunuh jutaan orang dan menyebabkan kehancuran pada skala seluas benua.
Beruntung, kita mungkin tidak perlu memikirkan asteroid kembar yang mengerikan itu selama hampir dua abad mendatang.
Kedua asteroid kembar itu akan berada pada posisi lebih dekat ke Bumi pada tanggal 21 Juni dalam 170 tahun ke depan.
Saat itu, 2017 YE5 akan berada pada jarak 3,7 juta mil di atas permukaan tanah planet Bumi.
Para ahli astronom dapat dengan mudah melacak batu ruang angkasa berukuran besar yang mampu menyebabkan kepunahan manusia.
Tetapi asteroid yang lebih kecil yang bisa melenyapkan kota mungkin baru terdeteksi beberapa jam atau beberapa hari sebelum mereka menabrak planet kita.
Bulan lalu, peristiwa jatuhnya asteroid berukuran kecil telah mengingatkan umat manusia tentang ketidakberdayaan mereka dalam menghadapi kecelakaan kosmik yang mengerikan.
Tim Pertahanan Planet NASA melihat secara sekilas asteroid seluas 5 kilometer persegi yang dikenal sebagai 2018 LA pada Sabtu pagi.
Beberapa jam kemudian, asteroid itu menghantam Bumi dengan kecepatan 38.000 mph. Tabrakan itu menyebabkan bola api besar muncul di langit di atas Botswana, Afrika.
" Itu baru objek yang ukurannya jauh lebih kecil. Tugas kami adalah untuk mendeteksi dan memperingatkan serangan asteroid semacam itu," kata Lindley Johnson, pejabat di Pertahanan Planet di NASA.
(Sumber: Metro.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya