Monyet Sebabkan Perang Saudara di Libya

Reporter : Puri Yuanita
Selasa, 22 November 2016 10:14
Monyet Sebabkan Perang Saudara di Libya
Cerita yang terdengar tak masuk akal ini bermula ketika seekor monyet menarik hijab seorang gadis.

Dream - Seekor monyet di Libya membuat geger hingga menimbulkan perang yang memakan korban jiwa.

Cerita yang terdengar tak masuk akal ini bermula ketika seekor monyet menarik hijab seorang gadis. Perbuatan monyet tersebut memicu bentrokan yang mengakibatkan 16 tewas dan puluhan terluka.

Tank, mortir dan senjata berat lainnya digunakan oleh suku-suku yang berperang selama empat hari di wilayah Sabha, Libya.

Yang mengejutkan, ulah si monyet menyebabkan belasan orang tewas dan puluhan lainnya terluka. 

 

1 dari 2 halaman

Apa Salah di Monyet?

Monyet, milik seorang pemilik toko dari suku Gaddadfa, disebut menyerang sekelompok siswi yang sedang lewat.

Hewan primata itu diduga melepas salah satu hijab siswi dari suku terkemuka Awlad Suleiman. Untuk membalas dendam, suku Awlad membunuh tiga warga suku Gaddadfa beserta monyet bersangkutan.

" Ada eskalasi pada hari kedua dan ketiga dengan menggunakan tank, mortir dan senjata berat lainnya. Masih ada bentrokan sporadis dan kehidupan benar-benar tertutup di wilayah yang bertikai," kata seorang warga lokal. 

 

 

2 dari 2 halaman

Perdamaian Selalu Gagal

Seperti di wilayah Libya lainnya, wilayah Sabha seringkali terkoyak oleh konflik bersenjata sejak mantan pemimpin Muammar Gaddafi digulingkan lima tahun yang lalu.

Di wilayah Sabha, yang merupakan pusat migran dan penyelundupan senjata, konflik seringkali dipicu oleh aksi milisi dan memburuknya kondisi hidup.

Suku Gaddadfa dan Awlad Suleiman mewakili faksi-faksi bersenjata paling kuat di wilayah tersebut.

Selama bentrokan terbaru, upaya para pemimpin suku untuk menghentikan pertempuran dan mengatur gencatan senjata mengalami kegagalan.

Seorang juru bicara Sabha Medical Centre mengatakan rumah sakit menerima 16 jenazah yang tewas dan sekitar 50 orang yang terluka dalam bentrokan.

" Di antara yang terluka ada perempuan dan anak-anak. Sementara beberapa orang asing dari negara-negara Afrika sub-Sahara ditemukan tewas akibat penembakan membabi buta," tambah juru bicara tersebut.

Wilayah Sabha sendiri terletak sekitar 410 mil atau 660 kilometer selatan ibukota Libya, Tripoli.

(Sumber: mirror.co.uk)

Beri Komentar