6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Pembakaran lahan yang dilakukan oleh oknum perusahaan menyisakan bencana kabut asap. Kabut asap di Sumatera dan Kalimantan tersebut melumpuhkan aktivitas masyarakat di kedua pulau tersebut, bahkan hingga ke negara tetangga.
Melihat potensi kerugian yang ditimbulkan, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir meminta pemerintah menetapkan musibah kabut asap itu menjadi bencana nasional.
" Melihat kerugian yang ditimbulkan musibah kabut asap merupakan bencana nasional. Banyak siswa sekolah yang terhambat prestasinya, korban meningggal dunia, dan banyak warga menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)" ujar Haidar di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2015.
Haidar pun meminta pemerintah untuk mencabut Hak Pengusahaan Hutan (HPH) perusahaan yang terlibat dalam pembakaran hutan itu. Dia menilai selama ini ada sikap ragu pemerintah untuk menindak perusahan-perusahaan yang terlibat.
" Pemerintah jangan bimbang untuk mencabut HPH," kata dia.
Menurutnya, oknum perusahaan pembakar hutan itu harus dimintai pertanggungjawaban. Sebab, kebakaran hutan kini menjadi kabut asap yang dampaknya meluas hingga sekarang.
" Mereka harus dimintai pertanggungjawaban. Ini harus dimasukkan dalam kategori kejahataan kemanusiaan," ungkap dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
