7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustasi (Shutterstock,com)
Dream - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan koreksi terhadap waktu Subuh yang ditetapkan Kementerian Agama.
Dari hasil kajian Majelis Tarjih, sudut kemunculan matahari yang menandai waktu Subuh sebelumnya -20 derajat dikoreksi menjadi -18 derajat.
Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Mohamad Mas'udi, menjelaskan kajian terhadap waktu Subuh ini dijalankan sebagai tindak lanjut atas temuan Islamic Science Research Network UHAMKA, Pusat Astronomi Universitas Ahmad Dahlan, dan Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
" Berdasarkan temuan ketiga lembaga penelitian astronomi dan ilmu falak Muhammadiyah ini menyimpulkan bahwa ketinggian matahari pada waktu Subuh di angka -20 derajat perlu dikoreksi dan Majelis Tarjih menilai -18 derajat merupakan angka yang lebih akurat," ujar Mas'udi, dikutip dari laman Muhammadiyah.
Pengoreksian dua derajat ini menyebabkan datangnya Subuh mundur sekitar 8 menit dari waktu yang ditetapkan Kemenag. Misalnya, Subuh di Indonesia Bagian Barat saat ini di jam 03.50 maka menjadi 03.58.
Demikian halnya waktu Subuh di daerah lain seperti Indonesia Bagian Tengah dan Timur. Waktu Subuhnya menjadi mundur 8 menit.
Temuan dari ketiga lembaga tersebut juga menunjukkan waktu Subuh ditentukan oleh fenomena alam. Selain itu, muncul perbedaan pendapat di antara ulama pakar falak terkait ketinggian matahari sebagai penanda datangnya Subuh.
Dream - Pimpinan Pusat Muhammadiyah buka suara mengenai viralnya video ajakan jihad lewat gubahan azan. Dalam beberapa video yang tersebar di media sosial, sekelompok orang mengubah lafal 'hayya 'alash sholah' menjadi 'hayya 'alal jihad'.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, menegaskan, tidak ditemukan hadis mengenai pengubahan lafal azan tersebut. Sehingga, tidak ada dalil yang dapat dijadikan dasar.
" Saya belum menemukan hadis yang menjadi dasar azan 'hayya 'alal jihad'. Saya juga tidak tahu apa tujuan mengumandangkan azan dengan bacaan 'hayya 'alal jihad'," ujar Mu'ti.
Selanjutnya, Mu'ti meminta aparat untuk menyelidiki video tersebut. Bila perlu, menghapusnya agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
" Aparat keamanan dapat melakukan penyelidikan dan memblokir supaya video azan tersebut tidak semakin beredar dan meresahkan masyarakat," ucap Mu'ti.
Sumber: Liputan6.com/Yopi Makdori.
Dream - Presiden Joko Widodo mengharapkan keterlibatan organisasi PP Muhammadiyah dalam menyosialisasikan vaksinasi untuk mengatasi Covid-19. Pemerintah saat ini sedang mempersiapkan langkah untuk memulihkan kesehatan masyarakat.
" Saya berharap Muhammadiyah dapat ikut membantu memberikan penjelasan dan pemahaman yang benar agar masyarakat tidak mendapatkan informasi yang keliru atau hoaks yang merugikan," ujar Jokowi.
Harapan tersebut disampaikan Jokowi lewat pidato teleconference dalam acara peringatan Milad ke-108 Muhammadiyah yang dilaksanakan secara virtual. Jokowi mengatakan sebentar lagi Pemerintah akan menggelar vaksinasi.
Kini, Pemerintah tengah memastikan keamanan hingga kehalalan vaksin Covid-19. Tujuannya agar vaksin yang nantinya diberikan kepada masyarakat terjamin keamanannya.
" Semua kita persiapkan dengan cermat, hati-hati, dan matang, agar masyarakat benar-benar aman dan bangsa kita bisa segera pulih dan bangkit," kata Jokowi.
" Insya Allah, semua itikad baik dan upaya sungguh-sungguh yang kita lakukan akan mendapatkan ridha Allah SWT," ucap Jokowi melanjutkan.
Sebelumnya, Jokowi berharap vaksin Covid-19 yang telah dipesan dapat tiba di Indonesia pada November atau Desember 2020. Dia memperkirakan vaksinasi bisa dijalankan akhir 2020 atau awal 2021 setelah mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?