Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Vaksin Cuma Satu Lindungi dari Virus Covid-19, Hati-Hati Bobol!

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 21 Desember 2020 09:01
Vaksin Cuma Satu Lindungi dari Virus Covid-19, Hati-Hati Bobol!
Masyarakat tidak boleh meninggalkan perlindungan lainnya yang sudah dijalankan.

Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito kembali mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan bahkan saat sudah divaksin nanti. Vaksin, kata Wiku, belum tentu memberikan perlindungan 100 persen.

" Dengan adanya vaksin tidak serta merta perlindungan lainnya kita tinggalkan, karena bisa saja nanti bobol," ujar Wiku.

Wiku mengatakan terdapat kecenderungan pada masyarakat yang menganggap Covid-19 selesai dengan munculnya vaksin. Padahal, kondisi itu belum terjadi di belahan dunia manapun.

Masyarakat harus melihat vaksin sebagai salah satu tameng untuk melindungi tubuh. Sehingga diperlukan perlindungan berlapis.

" Jadi kita harus punya perlindungan berlapis dan vaksin merupakan salah satu perlindungan," kata dia.

 

1 dari 5 halaman

Olahraga Harus Rutin dan Istirahat Cukup

Upaya perlindungan juga perlu dilakukan dengan olahraga secara teratur. Juga istirahat yang cukup agar sistem imun tubuh meningkat.

" Olahraga jangan ditinggalkan meskipun sudah ada vaksin," ucap dia.

Lebih lanjut, Wiku berharap pengalaman 10 bulan masyarakat berjuang melawan pandemi Covid-19 dengan penerapan kebiasaan protokol kesehatan terus dilakukan secara kontinu dan kolektif.

" Itu adalah proses belajar yang lama dan harusnya masyarakat sudah pintar dan terbiasa," ucap Wiku, dikutip dari Covid19.go.id.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

2 dari 5 halaman

Antre Panjang di Supermarket, Bisakah Tertular Covid-19?

Dream - Kebutuhan sembako dan barang kebutuhan sehari-hari kerap memaksa kita untuk keluar rumah di masa pandemi. Baik pasar, swalayan atau supermarket. Biasanya, di pusat perbelanjaan, antrean untuk membayar begitu panjang.

Hal ini membuat kita cukup lama di dalam ruangan dengan banyak orang. Mungkin muncul ketakutan dan kekhawatiran kita tertular saat belanja. Bagaimana risikonya tertular Covid-19 jika kita belanja di supermarket dan mengantre?

Dikutip dari WebMD, menurut Elizabeth Hanes, seorang perawat profesional, salah satu cara virus dapat menyebar adalah melalui " kontak dekat" dengan jarak lebih dkurang dari 2 meter selama periode waktu yang berkelanjutan (15 menit atau lebih).

" Seperti banyak hal terkait Covid-19, pertanyaan sebenarnya bukanlah apakah mungkin tertular virus dengan cara ini, tetapi bagaimana kemungkinannya. Dan jawabannya adalah: mungkin tidak," kata Hanes.

 

3 dari 5 halaman

Mengantre di supermarket kemungkinan besar tidak membuat kita berjarak dekat dengan seseorang selama lebih dari 15 menit. Itulah sebabnya banyak ahli menganggap belanja bahan makanan merupakan aktivitas berisiko rendah. Tentu saja, ini mengasumsikan bahwa setiap orang mengenakan masker dengan benar dan berjarak minimal 2 meter.

Jika khawatir tertular Covid-19 saat sedang mengantre, Sahabat Dream dapat melakukan tindakan pencegahan ekstra, seperti:
- Jaga jarak dengan orang lain minimal 2 meter. Lebih jauh lebih baik.
- Usahakan pergi ke supermarket saat sepi
- Jangan berlama-lama dan mengobrol dengan kasir (ini adalah situasi utama yang dapat membuat kita berhubungan dekat dan bertatap muka dengan orang lain saat berbelanja)
- Jika harus berbicara dengan seseorang, jauhkan kepala agar tidak langsung menghirup napas saat dia berbicara

Tertular Covid-19 saat mengantre di dalam toko mungkin sangat kecil kemungkinannya, tetapi kita harus melakukan semua tindakan pencegahan untuk menghindari kemungkinan tersebut.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Bahaya Turunkan Masker, Hidung Wajib Ditutup!

Dream - Sudah memakai masker, tapi hanya dikalungkan di leher atau diturunkan. Mulut tertutup, tapi hidung dibiarkan terbuka. Mungkin Sahabat Dream pernah melakukannya saat mengenakan masker.

Hal ini sebenarnya berbahaya, terutama jika berada di kerumunan. Jangan kendor, tetaplah disiplin menggunakan masker dengan benar. Pastikan mulut dan hidung tertutup. Mengapa demikian?

Masker

" Virus SARS-CoV-2 hidup di saluran hidung. Saat orang yang terinfeksi mengembuskan napas, mereka melepaskan partikel virus dari hidungnya ke udara. Bahkan tindakan sederhana berupa napas dapat melepaskan partikel virus. Masker membantu menjaga partikel infeksi ini agar tidak terbawa udara dan menjangkau orang lain," ujar Elizabeth Hanes, seorang perawat senir, dikutip dari WebMD.

Mungkin orang-orang yang " setengah menutupi" hidung merasa sehat sehingga mereka menganggap partikel yang keluar dari hidung mereka sama sekali tidak berbahaya, padahal bisa saja sebaliknya. Penelitian juga menunjukkan bahwa masker mengurangi volume kuman yang dihirup termasuk, melindungi pemakainya dari penyakit.

 

5 dari 5 halaman

" Jadi, jika kita membiarkan hidung tidak tertutup, maka akan menghirup lebih banyak partikel dari udara di sekitar dan, menempatkan diri pada risiko lebih besar tertular Covid-19," ungkap Hanes.

Demi Perlindungan Maksimal, Haruskah Stok Masker Medis di Rumah?

Jadi pastikan gunakan masker dengan benar, dengan mulut serta hidung tertutup. Jangan sekali-kali turunkan masker jika berada di ruang publik yang ramai, karena akan sangat berisiko.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar