Mantan Wakil PM Malaysia: Jangan Intervensi Penyelidikan 1MDB

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 8 Agustus 2015 12:00
Mantan Wakil PM Malaysia: Jangan Intervensi Penyelidikan 1MDB
Muhyiddin menyayangkan pernyataan MACC yang menyebut uang Rp9,4 triliun di rekening PM Najib bukan hasil korupsi.

Dream - Mantan Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin meminta sejumlah pihak tidak mengintervensi proses penyelidikan skandal 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menyeret PM Najib Razak. Dia juga meminta publik menghormati kinerja badan yang dibentuk khusus mencegah kasus korupsi di Negeri Jiran.

" Ketika pemerintah membentuk gugus tugas khusus ini untuk menyelidiki 1MDB, ini terdiri dari Bank Negara, polisi, Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC), Jaksa Agung, ini adalah lembaga yang sudah ada sejak kemerdekaan," ujar Muhyiddin.

Dia juga meminta tim penyidikan harus diberi kebebasan dalam bekerja. Menurut dia, selama ini tim penyidik sudah bekerja dengan cukup baik.

" Ketika pihak yang berwenang sedang dalam pemeriksaan terkait kasus ini, saya dipecat," ungkap dia.

Muhyiddin mengaku tidak mempermasalahkan pemecatan dirinya. Tetapi, dia mengaku kecewa dengan pernyataan MACC yang menyebut dana 700 juta dolar Amerika, setara Rp9,4 triliun ada pada rekening pribadi PM Najib bukan hasil korupsi.

" Ketika dikembangkan oleh MACC, saya sangat kecewa," ungkap dia.

Muhyiddin juga mengkritisi langkah sejumlah lembaga penyidikan korupsi lantaran saling serang. Menurut dia, seharusnya masing-masing lembaga duduk bersama menyelesaikan persoalan yang terjadi.

" Jangan lakukan itu (saling serang) yang bisa membuat rakyat marah," ungkap dia.

Lebih lanjut, Muhyiddin mengaku terkejut mendengar kabar penangkapan tujuh penyidik MACC oleh polisi. Rumah tujuh penyidik pun menjadi sasaran penggeledahan.

Sehari sebelumnya, Menteri Paul Low mengkritisi tindakan polisi melakukan penangkapan dan penggeledahan penyidik MACC karena dianggap membocorkan hasil penyelidikan ke awak media massa. Ini dapat membawa dampak negatif bagi Malaysia baik di dalam maupun di luar negeri.

Sumber: themalaysianinsider.com

 

Beri Komentar