Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Haji (Shutterstock.com)
Dream - Kementerian Agama mulai membuat persiapan dalam penyelenggaraan ibadah haji 1442H. Melihat pandemi belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti dalam waktu dekat, Kemenag membuat antisipasi dengan menyiapkan tiga skema pemberangkatan.
" Untuk pemberangkatan jemaah haji 1442H, kita akan menyiapkan tiga skema," ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Nizar.
Skema pertama, kata Nizar, yaitu asumsi ketika Covid-19 sudah tidak ada dan ibadah haji bisa normal kembali. Pada skema ini, jemaah yang batal berangkat tahun ini diberangkatkan pada 2021.
Dengan ketentuan tersebut, para jemaah yang seharusnya berangkat 2021 akan ditunda pada tahun berikutnya.
" Kecuali jika tahun depan Indonesia mendapatkan tambahan kuota," kata Nizar.
Skema kedua dijalankan dengan asumsi Covid-19 belum sepenuhnya hilang sehingga diberlakukan pembatasan dan pengurangan kuota jemaah hingga 50 persen. Konsekuensinya, ada jemaah yang tahun keberangkatannya terpaksa mundur lagi.
" Ini juga berakibat pada daftar tunggu yang semakin panjang," kata Nizar.
Dampak lain yang timbul dari pengurangan kuota hingga 50 persen yaitu penambahan biaya. Belum lagi jika proses layanan mulai dari penerbangan, akomodasi, hingga konsumsi menerapkan protokol kesehatan.
Sebagai contoh pada layanan penerbangan, pesawat yang dapat mengangkut 400 penumpang terpaksa diisi 200 orang. Demikian pula dengan bus untuk jemaah baik di Tanah Air maupun Arab Saudi harus diisi 50 persen dari kapasitas totalnya.
" Protokol kesehatan tentu juga akan diterapkan di asrama haji, termasuk penyediaan swab dan ruang isolasi," kata Nizar.
Sedangkan skema ketiga dijalankan dengan asumsi kasus Covid-19 masih tinggi. Terdapat kemungkinan pembatalan keberangkatan jemaah haji lagi.
" Skema ini masih akan terus dimatangkan sesuai dengan perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia, Arab Saudi dan dunia," kata Nizar.
Sumber: Kemenag
Advertisement

Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini


Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan