Antisipasi Musim Haji 1442H, Kemenag Bikin Tiga Skema Keberangkatan

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 25 Agustus 2020 12:01
Antisipasi Musim Haji 1442H, Kemenag Bikin Tiga Skema Keberangkatan
Skema ini disiapkan dengan asumsi terjadinya tiga kondisi terkait Covid-19.

Dream - Kementerian Agama mulai membuat persiapan dalam penyelenggaraan ibadah haji 1442H. Melihat pandemi belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti dalam waktu dekat, Kemenag membuat antisipasi dengan menyiapkan tiga skema pemberangkatan.

" Untuk pemberangkatan jemaah haji 1442H, kita akan menyiapkan tiga skema," ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Nizar.

Skema pertama, kata Nizar, yaitu asumsi ketika Covid-19 sudah tidak ada dan ibadah haji bisa normal kembali. Pada skema ini, jemaah yang batal berangkat tahun ini diberangkatkan pada 2021.

Dengan ketentuan tersebut, para jemaah yang seharusnya berangkat 2021 akan ditunda pada tahun berikutnya.

" Kecuali jika tahun depan Indonesia mendapatkan tambahan kuota," kata Nizar.

 

1 dari 2 halaman

Jika Covid-19 Belum Sepenuhnya Hilang

Skema kedua dijalankan dengan asumsi Covid-19 belum sepenuhnya hilang sehingga diberlakukan pembatasan dan pengurangan kuota jemaah hingga 50 persen. Konsekuensinya, ada jemaah yang tahun keberangkatannya terpaksa mundur lagi.

" Ini juga berakibat pada daftar tunggu yang semakin panjang," kata Nizar.

Dampak lain yang timbul dari pengurangan kuota hingga 50 persen yaitu penambahan biaya. Belum lagi jika proses layanan mulai dari penerbangan, akomodasi, hingga konsumsi menerapkan protokol kesehatan.

 

2 dari 2 halaman

Kemungkinan Dibatalkan Lagi Jika Covid-19 Masih Tinggi

Sebagai contoh pada layanan penerbangan, pesawat yang dapat mengangkut 400 penumpang terpaksa diisi 200 orang. Demikian pula dengan bus untuk jemaah baik di Tanah Air maupun Arab Saudi harus diisi 50 persen dari kapasitas totalnya.

" Protokol kesehatan tentu juga akan diterapkan di asrama haji, termasuk penyediaan swab dan ruang isolasi," kata Nizar.

Sedangkan skema ketiga dijalankan dengan asumsi kasus Covid-19 masih tinggi. Terdapat kemungkinan pembatalan keberangkatan jemaah haji lagi.

" Skema ini masih akan terus dimatangkan sesuai dengan perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia, Arab Saudi dan dunia," kata Nizar.

Sumber: Kemenag

Beri Komentar