Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Dream - Masyarakat Astronomi Bahrain (BAS) mengumumkan 1 Ramadan 1437 Hijriah akan jatuh pada 6 Juni 2016. Ini didasarkan pada perhitungan astronomis yang menyatakan bulan baru akan muncul pada Minggu sore, 5 Juni 2016, sehingga puasa dijalankan keesokan harinya.
" Muslim di Bahrain akan berpuasa selama 15 jam 18 menit pada hari pertama bulan suci, dan 15 jam 7 menit pada hari terakhir," ujar Wakil Ketua BAS Waheeb Al Nasser kepada Bahrain News Agency.
Tahun lalu, puasa di Bahrain berjalan selama 15 jam 18 menit di hari pertama dan 15 jam 2 menit di hari terakhir.
Nasser mengingatkan kepada seluruh Muslim untuk menjaga kesehatan. Ini lantaran Ramadan tahun ini akan jatuh pada bulan dengan suhu udara yang cukup panas hingga 36,4 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan rata-rata 70 persen.
Ramadan merupakan bulan kesembilan dari 12 bulan dalam sistem kalender bulan yang diikuti oleh Muslim seluruh dunia. Terdapat kewajiban bagi setiap Muslim untuk mengisi bulan ini dengan ibadah puasa.
Meski begitu, penetapan awal Ramadan kerap menimbulkan perdebatan di seluruh dunia. Kebanyakan disebabkan oleh cara yang berbeda dalam menentukan awal bulan.
Bagi Muslim berpandangan klasik, penetapan awal bulan harus menggunakan mata kepala telanjang atau kerap disebut imkanur rukyat. Ini didasarkan pada sejumlah dalil yang terdapat dalam rujukan hukum Islam.
Sementara pandangan kedua lebih menekankan pada penggunaan data-data astronomis dalam menetapkan awal bulan. Ini berangkat pada pemahaman penampakan bulan kerap terkendala masalah geografis dan cuaca yang berbeda antara satu kawasan dengan kawasan lainnya.
(Ism, Sumber: gulfnews.com)
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan