Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pesawat Tanpa Kursi Penumpang (Independent.co.uk)
Dream - Maskapai berbiaya murah, VivaColombia, berencana menghilangkan fasilitas kursi dan mengangkut penumpang dalam kondisi berdiri. Dengan rencana ini, maskapai itu ingin bisa mengangkut lebih banyak penumpang dengan tarif lebih murah.
"Ada banyak orang di luar sana sekarang yang menjajaki kemungkinan apakah mereka bisa terbang sambil berdiri, kami sangat tertarik dengan langkah apapun untuk membuat penerbangan murah," kata pemilik dan CEO VivaColombia, William Shaw, dilansir Independent, Senin 3 Juli 2017.
"Siapa peduli apakah Anda tidak memiliki fasilitas hiburan dalam satu jam penerbangan? Siapa yang peduli tidak ada lantai marmer, atau Anda tidak mendapatkan kacang gratis?" lanjut Shaw.
Tiket penerbangan berdiri sebenarnya bukan konsep baru. Ide ini telah bergulir dalam beberapa tahun belakangan. Pada 2003, Airbus sudah merancang pesawat berkonsep penumpang berdiri.
Maskapai asal Irlandia, Ryanair pun sempat menyampaikan gagasan yang serupa pada 2010. Kala itu, bos Ryanair, Michael O'Leary, mendeskripsikan tiket berdiri seperti kursi bar yang dilengkapi sabuk pengaman.
Dia meragukan sabuk pengaman benar-benar efektif melindungi penumpang. O'Leary pun menyebut pesawat tak lebih dari sebuah bus besar dengan sayap.
"Jika memang terjadi kecelakaan pada pesawat, sabuk pengaman tidak mampu menyelamatkan Anda. Anda tidak butuh sabuk pengaman di kereta bawah tanah London. Anda tidak buruh sabuk pengaman di kereta berkecepatan 120mph," kata dia.
© Dream
Tetapi, ide itu belum mendapat persetujuan di hampir semua otoritas penerbangan sipil di seluruh dunia. Termasuk di Kolombia.
Direktur Penerbangan Sipil Kolombia, Alfreds Bocanegra, mengaku tidak bisa menyepakati ide tersebut. "Orang-orang bepergian sebagai manusia. Siapapun yang menaiki kendaraan umum sangat tahu bahwa berdiri bukanlah cara yang tepat dalam bertransportasi," kata Bocanegra.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS