Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Pahlawan di Tengah Pandemi Covid-19, Relawan dan Tenaga Medis

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 8 November 2020 12:16
Pahlawan di Tengah Pandemi Covid-19, Relawan dan Tenaga Medis
Para penyintas kerap menghadapi stigma sosial, menyulitkan mereka kembali diterima di tengah-tengah masyarakat.

Dream - Kelompok penyintas dan tenaga medis merupakan pahlawan sesungguhnya dalam menghadapi pandemi Covid-19. Lewat peran mereka, penyebaran kasus bisa ditekan hingga tidak terjadi lonjakan jumlah pasien positif.

Hal ini diungkap oleh dua pekerja sosial Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Wina dan Milly. Keduanya hingga saat ini tergabung sebagai relawan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

Salah satu tantangan yang dihadapi para penyintas adalah stigma sosial. Hal ini juga menjadi tantangan terbesar dalam memberikan Layanan Dukungan Psikososial kepada para pasien, utamanya bagi mereka yang telah sembuh agar bisa kembali diterima di masyarakat.

Munculnya stigma sosial disebabkan ketidaktahuan serta ketidakpahaman masyarakat terhadap pandemi. Saat ini, Wina dan Milly bersama 414 pekerja sosial lain terus memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak.

 

 

1 dari 2 halaman

Termotivasi

Wina mengaku punya motivasi tersendiri hingga memutuskan bergabung sebagai relawan di Wisma Atlet Kemayoran. Dia mengaku semua di luar ekspektasi.

" Namun, ketika sudah bergabung, saya bersyukur bisa mendapatkan pengalaman luar biasa yang mungkin tidak bisa didapatkan oleh orang lain," kata Wina, dalam keterangan tertulis dari Kementerian Sosial.

Pemberian layanan psikososial di RSD Wisma Atlet tidak berjalan mudah. Banyak tantangan dihadapi, yang pada akhirnya mengasah kemampuan para pekerja sosial dalam berhubungan dengan para penyintas.

" Rasa takut dan was-was dalam menjaga imunitas tubuh juga sering dirasakan namun profesionalitas dalam bekerja membuat kami dapat menyelesaikan tugas dengan baik," kata Wina.

 

2 dari 2 halaman

Tim Medis dan Pendukung

Pekerja sosial lain, Milly, punya pandangan berbeda soal 'pahlawan'. Dia menilai, kata 'pahlawan' layak disematkan kepada para tenaga medis karena yang paling utama menyelamatkan pasien Covid-19 dan terjun langsung di titik episentrum.

Ditambah secara statistik, jumlah pasien meninggal karena Covid-19 sebagian adalah tenaga medis. Tak hanya itu dukungan dari tim lain seperti logistik, relawan non-medis, edukator masyarakat, Satgas Penanganan Covid-19 pusat hingga daerah juga laik disebut pahlawan.

" Tanpa dukungan mereka, penanganan dampak Covid-19 tidak akan berjalan maksimal," kata Milly.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar