Panas! Debat Soal Twit 'Islam Arogan', Abu Janda Sampai Cium Tangan Gus Miftah

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 2 Februari 2021 10:00
Panas! Debat Soal Twit 'Islam Arogan', Abu Janda Sampai Cium Tangan Gus Miftah
"Aku itu mendemnya sudah lama mau marah sama kamu!" kata Gus Midtah.

Dream - Gus Miftah akhirnya bertemu dengan Abu Janda alias Permadi Arya di podcast Deddy Corbuzier. Mereka membahas cuitan Permadi Arya yang dipersoalkan tentang 'Islam arogan'.

" Aku pertama kali maturnuwun terutama kepada Bang Deddy yang mau memfasilitasi," kata Abu Janda, dalam video berjudul ABU JANDA HANYA DISINI?? DEBAT HABIS? DI MAAFKAN?? itu.

Dia menjelaskan posisinya di media sosial. Abu Janda menyebut dirinya sebagai 'striker'. " Aktivitasku di media sosial, di Twitter, aku suka meng-counter Twitter-Twitter yang provokatif," kata dia.

Jadi, tambah Abu Janda, kicauan tentang 'Islam arogan' itu bukanlah unggahan 'mandiri'. Sebab, unggahan itu dibuat untuk menanggapi cuitan Ustaz Tengku Zulkarnaen. " Itu adalah Twit aku, respons terhadap cuitannya Ustaz Tengku Zulkarnain," kata Abu Janda.

1 dari 7 halaman

Menurut Abu Janda, cuitan Tengku Zulkarnain sangat provokatif. Dalam kicauan itu Tengku Zulkarnain menyebut minoritas yang berkuasa di Afrika Selatan selama ratusan tahun akhirnya tumbang.

Cuitan Tengku Zulkarnain itu juga menyebut di negara normal mayoritas tidak boleh arogan kepada minoritas. Apalagi yang arogan minoritas.

Tengku Zulkarnain menambahkan kalimatat, 'Ngeri melihat betapa kini ulama dan Islam dihina di NKRI.'

" Jadi Bang Deddy, yang harus cermati adalah di dua kalimat terakhir adalah apalagi yang arogan minoritas langsung disambungkan ngeri betapa...," lanjut Abu Janda.

" Tapi itu kan pendapat Anda," kata Deddy.

2 dari 7 halaman

Gus Miftah pun meminta balasan Permadi Arya dibacakan juga. Cuitan itu berbunyi, " Yang arogan di indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal, haram-haramkan ritual sedekah laut, sampae kebaya diharamkan dengan alasan aurat."

" Sebelum Mas Arya lanjutkan, kalau Tengku Zulkarnain ini pendapatnya dinilai provokatif, dan ini lebih provokatif. Coba tanggapan Anda," kata Gus Miftah.

Abu Janda pun menjelaskan bahwa cuitannya itu dibuat untuk menanggapi kicauan Tengku Zilkarnain. Namun, kata dia, yang diviralkan hanya tanggapannya, tanpa kicauan Tengku Zulkarnain.

" Jadi seolah-olah aku tuh tidak ada hujan, tidak ada angin, out of context, tidak ada konteks aku mengomentari," kata Abu Janda.

" Lo tuh panas, ingin menjawab, tapi kepleset," timpal Deddy.

3 dari 7 halaman

Abu Janda pun kembali menjelaskan kepada Gus Miftah bahwa kicauannya itu dibuat untuk menanggapi Tengku Zulkarnain.

" Jadi itulah Gus kenapa arogan itu keluar, karena aku mengomentari yang aku anggap suatu twit yang provokatif, yang mana dia mengatakan minorisat di negeri ini arogan ke mayoritas. Keluarlah itu."

Menurut dia, yang dia maksud 'Islam arogan' adalah Islam transnasional, yang dia sebut dianut oleh Tengku Zulkarnain. " Islam yang dari Arab itulah Islam yang alirannya Ustaz Tengku Zulkarnain, Islam transnasional yang memang dari Arab," tegas Abu Janda.

4 dari 7 halaman

Menurut Gus Miftah, sebenarnya tanggapan terhadap kicauan Tengku Zulkarnain tidak akan menjadi masalah bila menggunakan bahasa yang tepat. Namun kenyataannya, komentar Abu Janda malah berujung laporan ke polisi.

" Kalau seperti ini misalnya, ya mohon maaf, ini mau mandiri atau nyambung, orang akan susah memahami yang arogan di Indonesia itu adalah Islam, inilah yang menjadi permasalahan di hari ini. Jangankan tulisan seperti ini, video kita saja bisa dipotong. Apalagi ini tulisan yang jelas seperti ini," kata pengasuh Ponpes Ora Aji, Yogyakarta itu.

Gus Miftah pun meminta Abu Janda menjelaskan Islam yang arogan. " Ya itu Gus, arogan kepada budaya asli, kearifan lokal, haram-haramkan sedekah laut. Di bawah itu ada beberapa lagi saya beri screenshot," jawab Abu Janda.

Gus Miftah kembali menehaskan bila kicauan Abu Janda sebenarnya tidak masalah bila unggahannya lebih spesifik. " Jadi bukan Islamnya, tapi model Islam seperti Tengku Zulkarnain."

Karena tidak spesifik, kicauan Abu Janda membuat orang salah paham. " Artinya kalau dia membela seperti apapun sekarang, orang akan menganggap sudah punya capture ini yang menganggap Islam secara umum kok dikatakan radikal."

" Marahnya hari ini, gara-gara ini. Kalau saya berbeda dengan model Islam keras, iya," tambah Gus Miftah.

5 dari 7 halaman

Dalam podcast itu pula Gus Miftah mengaku memang ingin bertemu dengan Abu Janda. Sebab, selama ini konten-konten yang dibuat oleh Abu Janda selalu dikaitkan dengan Nahdlatul Ulama.

" Saya sudah sekian lama mendem ingin menceramahi orang ini, dan puncaknya ini. Karena apapun model yang dia tulis membuat saya enggak enak hati. Selalu dikaitkan dengan PBNU. dan kali ini yang terdampak adalah Nahdlatul Ulama secara umum," kata Gus Miftah.

Ustaz Muda NU itu menyatakan tidak ada urusan dengan peran Abu Janda di media sosial. Dia juga tak masalah Abu Janda mengaku sebagai kader NU.

Yang jelas, kata dia, setelah pertemuan itu apa yang dilakukan Abu Janda tidak menimbulkan dampak pada NU. " Saya mau nemui, siapa tahu omongan saya didengar sama Mas Arya," kata Gus Miftah.

" Insya Allah Gus," timpal Abu Janda.

6 dari 7 halaman

Sementara, Deddy Corbuzier mengaku sudah lama bertanya tentang Abu Janda kepada Gus Miftah. Namun, Gus Miftah tak mau bicara soal Abu Janda.

" Dia enggak mau comment, saya mau ketemuin," kata Deddy.

Gus Miftah menegaskan mau ketemu karena sudah lama disangkut-pautkan dengan isi konten Abu Janda. Dia juga dituding tidak menanggapi Abu Janda karena sesama NU.

" Aku itu mendemnya sudah lama mau marah sama kamu," kata Gus Midtah.

Abu Janda pun mencium tangan Gus Miftah.

7 dari 7 halaman

Beri Komentar