Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Pertemuan PBNU Dan PP Muhammadiyah (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Dream - Dua organisasi keagamanan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah menyatakan sikap bersama menanggapi isu nasional yang kini beredar. Dua ormas Islam terbesar Indonesia ini menetapkan diri siap untuk selalu mengawal konsensus para pendiri bangsa, menetapkan Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
" Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman etnis, suku, golongan, agama yang tetap harus dijaga dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa," kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj di kantor PBNU, Jakarta, Jumat, 23 Maret 2018.
Sikap bersama tersebut diambil dalam pertemuan antara PBNU dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung Pusat NU, Jalan Kramat Raya. Dari Muhammadiyah, hadir Ketua Umum Haidar Nashir bersama Sekretaris Umum Abdul Mu'ti, serta beberapa pimpinan.
Said mengatakan PBNU dan Muhammadiyah terus berusaha meningkatkan taraf dan kualitas hidup warga.
" Terutama mengedepankan pendidikan dan karakter akhlakul karimah di semua tingkatan atau jenjang pendidikan, serta penguatan basis-basis ekonomi keumatan dan juga peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat," ucap Said.
Dalam pertemuan itu, PBNU dan Muhammadiyah juga menyerukan agar pemerintah segera mengentaskan kemiskinan dan pengangguran sehingga kesenjangan sosial dapat segera teratasi.
Selain mendesak pemerintah, PBNU dan Muhammadiyah mengimbau warganya agar selalu menciptakan iklim yang damai dan kondusif, mengingat masifnya pelbagai informasi hoaks yang beredar.
" Memasuki tahun politik 2018, NU dan Muhammadiyah mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjadikan ajang demokrasi, sebagai bagian dari cara kita melakukan perubahan perubahan yang berarti bagi bangsa dan negara," ujar Said.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam