Buku Ajar Diberi Disinfektan, Murid SD di China Mulai Belajar Online

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 25 Februari 2020 08:48
Buku Ajar Diberi Disinfektan, Murid SD di China Mulai Belajar Online
Kelas akan dibatasi karena otoritas pendidikan tak ingin siswa menatap layar terlalu lama.

Dream - Sekolah-sekolah di China bersiap untuk memulai masa kegiatan belajar mengajar. Seperti diketahui, semenjak virus corona, Covid-19, sekolah-sekolah di Shanghai, diliburkan hingga batas waktu yang tak ditentukan.

Rencananya kegiatan belajar mengajar akan kembali dimulai pada 2 Maret 2020. Kegiatan akan dilakukan siswa sekolah dasar dan menengah.

Kelas online akan menghadirkan pilihan pengunduhan materi. Kelas online ini rencananya juga akan disiarkan melalui televisi dengan masing-masing kelas diberi satu saluran kabel.

Kelas online ini, dilaporkan Shanghaiist, akan digelar selama 20 menit. Durasi belajar mengajar itu digelar terbatas karena otoritas terkait tak ingin menatap layar terlalu lama.

Setiap harinya, akan ditampilkan lima atau enam materi belajar untuk setiap tingkat dengan istirahat 20 menit di antara masing-masing kelas.

 

1 dari 4 halaman

Isi Tayangan Pembelajaran

Kelas uji coba yang ditetapkan dimulai Selasa, 25 Februari 2020 akan menampilkan seorang dokter yang menunjukkan kepada siswa bagaimana mereka harus melindungi diri dari virus corona. 

Bahan ajar juga memperlihatkan seorang siswa sekolah dasar yang menunjukkan bagaimana hidupnya selama epidemi, dan seorang kepala sekolah memberi tahu para siswa bagaimana hal pembelajaran online ini akan bekerja.

Buku-buku untuk kelas-kelas ini saat ini sedang didesinfeksi, dikemas, dan didistribusikan kepada siswa.

Orang tua dapat pergi ke sekolah untuk mengambil buku secara langsung atau, lebih disukai, mengirimkannya ke rumah mereka.

2 dari 4 halaman

Menkes Ingin Pastikan Kabar Warga Jepang Terinfeksi Corona Usai dari Indonesia

Dream - Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, masih menunggu kepastian data dari pemerintah Jepang tentang warga yang disebut-sebut terjangkit virus Corona setelah mengunjungi Indonesia.

" Soal Jepang, dilihat saja, saya masih menunggu data dari mereka karena itu data epidemiologi di mana saja, apa benar dia sudah ke sini, di mananya, di sana diperiksa setelah beberapa hari, terus sakitnya apa," kata Terawan, Senin 24 Februari 2020.

Pemerintah sangat berhati-hati dalam menyikapi penyebaran virus yang diberi nama Covid-19 tersebut. Dia enggan berkomentar banyak sebelum ada kepastian data terkait kondisi itu.

" Kalau hanya berita pernah kan di Malaysia juga pernah gitu, Korea juga gitu. Jadi kami harus terus hati-hati dalam menyikapinya karena data itu penting," kata dia.

Saat ini, kata Terawan, terdapat sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) positif terinfeksi virus Corona yang menjalani perawatan di Jepang. Sebelumnya, ada empat WNI di kapal Diamond Princess yang positif terjangkit virus.

" Saya terangkan nih, WNI yang kena kan juga dirawat oleh pemerintah Jepang yang sembilan orang itu," ucap dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, ada empat WNI yang merupakan kru kapal pesiar Diamond Princess yang positif terjangkit Covid-19.

Dia mengatakan, saat ini masih ada 74 WNI kru di kapal pesiar itu yang masih negatif Covid-19. Jokowi memastikan, Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan perusahaan dan otoritas Jepang terkait kondisi 74 WNI.

Sumber: 

3 dari 4 halaman

Ilmuwan Klaim Pasar Wuhan Bukan Tempat Awal Virus Corona Berasal

Dream - Ilmuwan mencari asal muasal virus corona, Covid-19. Salah satu dugaan, Covid-19 tidak berasal dari Pasar Wuhan, China.

Para Peneliti dari Xishuangbanna Tropical Botanical Garden, Chinese Academy of Science and the Chinese Institute for Brain Research melaporkan Covid-19 diimpor dari lokasi lain.

Tim yang dipimpin Dr Yu Wenbin, mengurutkan data genom dari 93 sampel SARS-CoV-2 yang disediakan 12 negara. Mereka berhipoteses, virus telah menyebar dengan cepat di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di Wuhan, juga telah terjadi dua ekspansi populasi besar pada 8 Desember 2019 dan 6 Januari 2020.

Dilaporkan Express.co.uk, penelitian yang diterbitkan di laman resmi institut itu akhir pekan lalu, analisis menunjukkan Covid-19 sebenarnya diperkenalkan dari luar pasar.

" Pasar yang ramai kemudian meningkatkan sirkulasi SARS-CoV-2 dan menyebarkannya ke seluruh kota pada awal Desember 2019," tulis mereka.

Studi sebelumnya otoritas kesehatan Cina dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklaim pasien pertama yang diketahui menunjukkan gejala Covid-19 pada 8 Desember 2019.

Mereka juga melaporkan sebagian besar kasus berikutnya memiliki kaitan dengan pasar makanan laut Huanan, yang ditutup pada 1 Januari 2020. Para peneliti sekarang percaya bahwa ada kemungkinan virus mulai menyebar dari orang ke orang pada akhir November, mengikuti analisis data genom.

4 dari 4 halaman

Korea Selatan dan Iran Hadapi Masalah Serius

Sementara itu, Xiang Nijuan, seorang peneliti di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan, orang-orang yang terinfeksi virus corona baru menular dua hari sebelum mereka menunjukkan gejala.

Dia mengatakan, siapa pun yang telah melakukan kontak dekat dengan seseorang dalam waktu 48 jam dari mereka yang dikonfirmasi terinfeksi perlu mendapat isolasi selama dua minggu.

Saat ini, perkembangan sebaran Covid-19 yang mengkhawatirkan di Korea Selatan, Italia, dan Iran. Korea Selatan telah meningkatkan peringatan coronavirus-nya ke " level tertinggi" karena jumlah kasus yang dikonfirmasi terus meningkat.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mengatakan negara itu menghadapi " titik balik yang serius" , dan beberapa hari ke depan akan sangat penting dalam pertempuran untuk mengatasi wabah tersebut.

Sementara itu, Italia dan Iran telah mengumumkan langkah-langkah untuk mencoba menahan wabah virus yang mengkhawatirkan.

Beri Komentar