Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Pemulung Kaya Mendadak Dalam Semalam Usai Menemukan Batu Aneh Di Pantai. (Foto: Siakapkeli)
Dream - Seorang pemulung di Thailand ini tidak menduga bakal mendapatkan rezeki nomplok saat mencari sampah di tepi pantai.
Pemulung bernama Surachit Songzhu menemukan sebongkah batu di tepi pantai yang ternyata ambergris yang bernilai tinggi.
Tidak ada yang pernah menyangka bahwa dia kaya mendadak setelah menemukan batu besar yang terlihat tidak berharga tersebut.
Menceritakan kembali penemuannya, Surachit saat itu sedang memulung sampah di Pantai Songkhla, Thailand.
Saat itu, secara tidak sengaja, dia melihat sebuah batu berukuran besar berwarna abu-abu tersapu ombak.

Menurut Surachit, tekstur batu tersebut terasa sangat aneh karena seperti menyentuh lilin, bukan batu.
Itu sebabnya dia memutuskan untuk membawa pulang batu itu. Dia sudah merasa itu bukan sekadar batu biasa.
Dia kemudian memutuskan untuk memberi tahu teman dan juga kerabatnya. Seperti yang sudah dia duga, batu tersebut ternyata muntahan ikan paus atau yang lebih dikenal dengan ambergris.
Untuk meyakinkan dugaannya, Surachit menguji batu itu dengan membakarnya. Ternyata batu itu mengeluarkan bau yang harum dan menyegarkan.
Setelah ditimbang, batu ambergris itu beratnya 37 kilogram. Jika dijual, harga ambergris yang ditemukan Surachit bisa mencapai Rp2,5 miliar.

Untuk sementara ini Surachit masih menunggu ahli dari pemerintah lokal untuk menaksir batu temuannya itu.
Ambergris biasanya ditemukan di usus paus sperma. Jika dimuntahkan oleh paus sperma, ia akan mengambang dan mengering terbawa air laut. Ambergris mampu bertahan selama lebih dari 100 tahun.
Muntahan paus sperma ini biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan parfum, dan juga bahan makanan tertentu. Namun keberadaan ambergris ini telah menurun akhir-akhir ini.
Sumber: Siakapkeli.my