Usai Tahajud, Pendiri Bimbel SSC Meninggal

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 1 Februari 2016 15:25
Usai Tahajud, Pendiri Bimbel SSC Meninggal
Sony Sugema meninggal akibat serangan jantung.

Dream - Pendiri Bimbingan Belajar (Bimbel) Sony Sugema College (SSC), Sony Sugema meninggal dunia. Sony meninggal usai menjalani operasi pemasangan ring jantung.

Sony meninggal pada Minggu sekitar pukul 05.45 WIB di sebuah rumah sakit di Bandung. Dikabarkan, tokoh pendidikan yang akrab di dunia remaja SMA ini meninggal usai mendirikan Salat Tahajud.

Sony terjun menjadi pengusaha saat berusia 15 tahun, di sela aktivitas belajarnya sebagai siswa kelas dua SMU Negeri 3 Bandung. Langkah itu dia ambil demi menghidupi ibu dan keempat adiknya lantaran sang ayah telah meninggal.

Kala itu, dia memulai usaha membuka jasa les privat kepada teman-temannya. Sony memasang tarif Rp5.000 per orang untuk biaya les selama satu bulan.

Sony dikenal sebagai sosok yang cerdas. Dia lalu tertarik untuk menekuni profesi sebagai pengajar karena merasa nyaman. Profesi itu dia jalani hingga lulus SMA dan berlanjut ke kuliah.

Di tahun 1982, Sony dinyatakan lulus seleksi masuk Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Teknik Sipil. Pada tingkat pertama, Sony memutuskan untuk menikahi seorang mahasiswi Jurusan Biologi ITB yang berusia tiga tahun lebih tua.

Hal itu berdampak pada semakin besarnya kebutuhan hidup. yang harus ditanggung Sony. Alhasil, dia memutuskan menjadi guru di sebuah SMU swasta di Kota Kembang, di sela-sela aktivitas kuliahnya.

Sony lantas bergabung sebagai tenaga pengajar di beberapa bimbel dan mengajar mata pelajaran matematika fisika, dan kimia. Sembari mengajar, Sony menyempatkan diri menulis buku pembahasan soal-soal UMPTN.

Keinginan untuk mendirikan bimbel sendiri muncul dalam benak Sony. Tepatnya pada 1990, menggunakan modal Rp1,5 juta dari royalti buku-bukunya, Sony memantapkan diri membuka bimbel SSC.

Awalnya, Sony memfokuskan SSC sebagai bimbel intensif menghadapi seleksi penerimaan perguruan tinggi. Saat itu, dia mengajar sendirian.

Sampai suatu saat, Sony merasa kewalahan menjadi satu-satunya pengajar di SSC. Dia lalu mengajak sejumlah kawannya beberapa mahasiswa ITB, Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) yang sekarang bernama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Setahun berselang, SSC semakin besar. Bimbel ini kemudian membuka cabang di Jakarta pada 1991. Pembukaan cabang tersebut ternyata menjadi tonggak awal kejayaan SSC.

Hingga saat ini, SSC dikenal sebagai bimbel terkemuka di kalangan pelajar SMA. Kini, bimbel tersebut memiliki sejumlah cabang tidak hanya di kota besar, melainkan sampai kota pelosok.

(Ism, Berbagai sumber)

Beri Komentar
6 Pahlawan Nasional 2018