Penelitian: Droplet dari Batuk dan Bersin Menyembur 8 Meter

Reporter : Sugiono
Kamis, 2 April 2020 08:02
Penelitian: Droplet dari Batuk dan Bersin Menyembur 8 Meter
Ada awan gas yang membawa droplet berisi kuman dan virus hingga sejauh itu.

Dream - Virus corona baru yang menyebabkan Covid-19 memaksa negara-negara di dunia untuk membuat aturan tentang social distancing atau menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain.

Social distancing ini penting untuk menghindarkan orang terkena droplet atau tetesan ludah saat orang yang diduga positif Covid-19 berbicara, batuk, atau bersin.

Sebagian negara memberlakukan social distancing sejauh 2 meter. Namun ada juga negara yang mengharuskan warga menjaga jarak sejauh 1 hingga 1,5 meter.

Namun seorang peneliti dari Massachusetts Institute of Technology atau MIT di Amerika Serikat mengatakan, social distancing dengan menjaga jarak hingga dua meter itu tidak cukup membendung penularan virus corona.

1 dari 5 halaman

Riset Pernapasan

Menggunakan risetnya tentang dinamika pernapasan (seperti batuk dan bersin) selama bertahun-tahun di The Fluid Dynamics of Disease Transmission Laboratory, Lydia Bourouiba menemukan pernapasan menghasilkan awan gas yang dapat bergerak hingga 8 meter.

Melakukan riset pernapasan.© Freepik.com

Hasil risetnya bisa memberikan pengaruh pada aturan social distancing yang direkomendasikan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Center for Disease (CDC) dalam mencegah penyebaran virus corona.

Menurut Bourouiba, panduan tentang mengatur jarak aman dalam social distancing yang hanya dua meter dianggap tidak cukup.

" Sangat penting untuk merevisi pedoman yang selama ini direkomendasikan oleh WHO dan CDC, terutama untuk petugas layanan kesehatan yang ada di garis depan," katanya.

2 dari 5 halaman

Semburan 'Awan Gas' dari Batuk dan Bersin

Riset Bourouiba menyerukan, langkah-langkah yang lebih baik untuk melindungi petugas kesehatan, dengan menjaga jarak yang lebih jauh dari orang terinfeksi yang batuk atau bersin.

Saat batuk atau bersin, orang juga menyemburkan 'awan gas'.© Freepik.com

Dia mengatakan pedoman saat ini didasarkan pada prinsip 'tetesan besar' sebagai metode penularan virus. Tetesan besar itu hanya dapat menempuh jarak tertentu, seperti 1 hingga 2 meter.

Padahal, 'awan gas' yang disemburkan ketika seseorang batuk, bersin, atau menghembuskan napas, dapat membawa tetesan dalam semua ukuran.

Jadi, hanya sebagian dari awan gas ini yang bisa diredakan ketika seseorang menutup bersin atau batuk dengan tangan atau lengan.

" Intinya ada awan gas yang membawa tetesan dalam segala jenis ukuran, bukan 'besar' versus 'kecil', 'tetesan' atau 'semburan'," kata Bourouiba.

3 dari 5 halaman

Berapa Jarak Efektif?

Sementara itu, Paul Pottinger, seorang profesor penyakit menular di Fakultas Kedokteran University of Washington, mengatakan banyak yang menanyakan tentang jarak efektif yang bisa ditempuh virus saat seseorang bersin atau batuk ini.

" Bagi saya, pertanyaannya bukanlah jarak yang bisa ditempuh oleh virus. Tetapi seberapa jauh virus dapat melakukan perjalanan sebelum mereka tidak lagi menjadi ancaman. Semakin kecil partikelnya, semakin rendah risiko virus dapat menginfeksi seseorang,” kata Pottinger.

4 dari 5 halaman

Kenapa 2 Meter?

Menurut Pottinger, ancaman sebenarnya dari virus corona adalah tetesan yang lebih besar, seperti air liur, ingus, ludah. Tetesan yang hampir terlihat seperti hujan ketika seseorang bersin.

Ilustrasi social distancing.© Freepik.com

" Tetesan ini masih cukup besar sehingga gravitasi masih bekerja pada mereka. Biasanya, tetesan yang besar dan menular ini akan jatuh sekitar 2 meter setelah meninggalkan tubuh seseorang. Dari sinilah aturan social distancing berasal," kata Pottinger.

5 dari 5 halaman

Tidak Perlu Sampai 8 Meter

Social distancing tak perlu sampai 8 meter.© Freepik.com

Pottinger kurang setuju jika jarak efektif untuk melakukan social distancing hingga delapan meter. Jika virus corona efektif pada jarak hingga 8 meter, seperti pendapat Bourouiba dalam penelitiannya, Pottinger yakin lebih banyak orang akan sakit.

" Jika virus corona benar-benar berjalan sangat efisien melalui udara, sudah pasti semua orang akan terinfeksi. Jika radius 8 meter berisiko tinggi bagi seseorang, maka ini akan menjadi percakapan yang sama sekali berbeda. Tapi yang terjadi sekarang tidak seperti itu," katanya.

(Sumber: USA Today)

Beri Komentar