Pengalaman Haru Ibu Ani Jual Es Sambung Ekonomi Keluarga

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 1 Juni 2019 17:20
Pengalaman Haru Ibu Ani Jual Es Sambung Ekonomi Keluarga
Meski gaji SBY kecil, Ibu Ani tak menyerah.

Dream - Menjadi istri perwira, Ani mengalami kondisi yang berbeda dengan saat masih anak jenderal. Dia menjalani hidup sederhana usai menikah dengan Letnan Susilo Bambang Yudhoyono.

Kala itu, penghasilan SBY tidak besar sehingga Ibu Ani harus memutar otak untuk menyambung ekonomi keluarga. Ibu Ani sampai jualan es dari jatah susu SBY.

Dalam 'Kepak Sayap Putri Prajurit', SBY berpangkat Letnan Satu dan menjadi komandan peleton mortir di Yonif Linud 330 Bale Endah, Bandung, saat menikah dengan Ibu Ani. Gaji SBY kala itu hanya Rp52.500 per bulan, namun mendapat jatah susu kaleng.

Merek susu waktu itu adalah Shinta dengan rasa cokelat, jeruk, dan stroberi. Bersama kakaknya yang juga istri perwira, Ani mengolah susu itu menjadi es mambo dan dijual.

" Pembantu Mbak Titiek kebetulan bersekolah. Dialah yang kami titipi termos dan berjualan es mambo," kenang Ani, dikutip dari Merdeka.com.

 

1 dari 5 halaman

Dagangan Es Laris Manis

Dagangan es Ibu Ani laris manis. Uang hasil penjualan dipakai membeli telur, daging, atau ikan untuk menambah gizi anak-anaknya.

Terkadang SBY terkadang membawa pulang jatah makanan tambahan dari kantor. Jatah makan itu berupa satu cangkir kaleng bubur kacang hijau.

" Pak SBY tidak menyantapnya di kantor, melainkan disimpan untuk dibawa pulang. Sampai di rumah, biasanya aku olah kembali dengan menambahkan santan, gula merah dan pandan agar jumlah bubur kacang hijau semakin banyak dan bisa disantap bersama keluarga," kisah Ibu Ani.

Jika mendapat jatah telur rebus, SBY pun tak memakannya. Telur itu dibawanya pulang untuk diberikan pada Agus.

Ibu Ani mengakui kadang sampai meneteskan air mata melihat perhatian suaminya di tengah suasana kekurangan.

Tetapi, dia tak pernah menyesal hidup sebagai istri prajurit. Putri jenderal legendaris Sarwo Edhie Wibowo pun tak pernah meminta bantuan keuangan pada ayahnya.

2 dari 5 halaman

Kisah Romantis Pertemuan Pertama Ibu Ani Yudhoyono dengan SBY

Dream - Ibu Ani Yudhoyono telah pergi ke Rahmatullah pada Sabtu, 1 Juni 2019 di Singapura. 43 tahun sudah dia setia mendampingi sang suami, Presiden Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono.

Komplek Akademi Militer Magelang menjadi saksi bisu pertemuan Ibu Ani dengan SBY untuk pertama kalinya. Tepatnya saat peresmian Balai Taruna tahun 1973.

Ibu Ani merupakan anak dari Gubernur Akmil saat itu, Mayor Jenderal Sarwo Edhie Wibowo. Saat melihat SBY untuk pertama kali, dia langsung terkesan.

Sehari setelah peresmian, keduanya kembali bertemu. Saat itu, SBY yang menjabat komandan korps taruna hendak bertemu Sarwo Edhie.

" Wajahnya tampan. Atribut seragamnya dengan tali komandan membuatnya terlihat gagah dan berwibawa," ujar Ibu Ani dalam 'Kepak Sayap Putri Prajurit', dikutip dari Merdeka.com.

 

3 dari 5 halaman

Menguping

Keduanya lalu berkenalan. Komandan korps taruna itu menyebutkan namanya Bambang.

" Aku mengenalkan diriku dengan menyebutkan 'Ani'," ucap Ibu Ani.

Ketika pertemuan SBY dengan Sarwo Edhie berlangsung, Ibu Ani diam-diam menguping dan memperhatikan dari ruang dekat ruang tamu. Dia ingin melihat taruna muda tersebut.

Ibu Ani terkesan dengan sikap SBY yang tenang dan terkonsep. Dia juga kagum dengan cara SBY yang begitu takzim mendengarkan ayahnya.

 

4 dari 5 halaman

Lamaran Lewat Surat

Setelah itu, keduanya saling bertukar surat. Lewat surat pula, SBY mengungkapkan cintanya.

Ibu Ani menerima lamaran SBY dan meninggalkan kuliah di Universitas Kristen Indonesia. Dia kubur mimpi untuk menjadi dokter.

Pernikahan SBY dan Ibu Ani cukup unik, bersamaan dengan pernikahan dua saudara perempuannya, Wrahasti Cendrawasih (Titiek) dan Mastuti Rahayu (Tuti). Pesta berlangsung di Ballroom Hotel Indonesia pada 29-31 Juli 1976.

 

5 dari 5 halaman

Ditinggal Tugas

Karena tugas, SBY tidak bisa berlama-lama dengan Ibu Ani. Wanita itu ditinggalkan SBY sebab harus bertugas di Timor Timur.

Menjalani kehidupan sebagai istri perwira muda sangat jauh berbeda dengan kondisi Ibu Ani ketika masih menjadi putri jenderal. Pasangan SBY dan Ibu Ani sering hidup dalam kekurangan, namun Ibu Ani menjalaninya dengan ikhlas.

Beri Komentar